<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Uminasafira&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://uminasafira.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://uminasafira.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 02:01:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='uminasafira.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Uminasafira&#039;s Blog</title>
		<link>http://uminasafira.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://uminasafira.wordpress.com/osd.xml" title="Uminasafira&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://uminasafira.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sikap Istri ketika Tahu Suami Selingkuh</title>
		<link>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/19/sikap-istri-ketika-tahu-suami-selingkuh/</link>
		<comments>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/19/sikap-istri-ketika-tahu-suami-selingkuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 03:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uminasafira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uminasafira.wordpress.com/?p=1558</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba terbetik nulis ini setelah nonton sinetron di Tivi, yaaah mungkin bagi kita menasehati itu mudah dibandingkan dengan  yang menjalani tapi ternyata memang sebagian besar sikap pertama penentu hancur tidaknya sebuah rumah tangga. Terjadi banyak kisah dimana suami gelap mata dan sudah lupa kalau suami sudah punya istri dan anak.  Kalau dari banyak kisah mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1558&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiba-tiba terbetik nulis ini setelah nonton sinetron di Tivi, yaaah mungkin bagi kita menasehati itu mudah dibandingkan dengan  yang menjalani tapi ternyata memang sebagian besar sikap pertama penentu hancur tidaknya sebuah rumah tangga.</p>
<p>Terjadi banyak kisah dimana suami gelap mata dan sudah lupa kalau suami sudah punya istri dan anak.  Kalau dari banyak kisah mereka (para suami) ada yang disantet, ada yang jenuh, dan banyak macamnya.</p>
<p>Tentunya mereka sudah lupa dan menikmati kemaksiatan.</p>
<p>Namun sikap terbanyak yang ditemui saat istri tahu suaminya selingkuh adalah sang istri langsung marah-marah, minta cerai dan menuding nuding suami sebagai pengkhianat rumah tangga.</p>
<p>Sang Istri langsung tak menguasai emosi dan sulit berpikir panjang akhirnya yang ada istri minta diceraikan atau meninggalkan rumah.</p>
<p>Nah&#8230;</p>
<p>Suami yang sedang asyik dan kasmaran tentu saja sudah makin menggila dan malah serta merta mengiyakan untuk menceraikan sang Istri karena diapun sedang tergila-gila dengan wanita lain, jadi malah membuka peluang ,&#8221;Wah kebenaran nih istriku minta cerai, toh aku jadi deh menikah dengan pujaan hatiku&#8221;</p>
<p>Akhirnya ya sudah habis dan luluh lantahlah rumah tangga bila &#8220;sang istri menyikapinya dengan cara seperti itu&#8221;</p>
<p>Terus gimana dooong ???</p>
<p>1. Tahu gelagat ada perselingkuhan dan pengkhianatan jangan langsung marah-marah dulu, tapi kumpulkan bukti-buktinya (tapi jangan kelamaan ya)</p>
<p>2. Lihat siapa wanita yang disukainya, biasanya neh mereka suka sama ABG or wanita mantan kekasih or wanita dikantor yang dekat dengannya sehari-hari, pelajari baik-baik jangan-jangan siwanita itu memakai Pelet or cara licik untuk merebut hati suami.</p>
<p>3. Tanya dengan menunggu moment tepat, ingat ya wanita selingkuhan biasanya sudah mulai merasuki suami dengan membuka aib aib istri , jadi jangan biarkan suami kemakan kalimat mereka.</p>
<p>4. Sikapi layaknya kita sedang menghadapi suami yang &#8220;sakit keras&#8221; telateni, dan terus buat suami melihat bahwah istriku adalah yang terbaik. Dan tentunya do&#8217;a lah kepada sang Pemilik Hati</p>
<p>Itu dulu ya nanti disambung lagi, soale kalau kelamaan takut bosen hehehe</p>
<p>Cheers</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uminasafira.wordpress.com/1558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uminasafira.wordpress.com/1558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uminasafira.wordpress.com/1558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uminasafira.wordpress.com/1558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uminasafira.wordpress.com/1558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uminasafira.wordpress.com/1558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uminasafira.wordpress.com/1558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uminasafira.wordpress.com/1558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uminasafira.wordpress.com/1558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uminasafira.wordpress.com/1558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uminasafira.wordpress.com/1558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uminasafira.wordpress.com/1558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uminasafira.wordpress.com/1558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uminasafira.wordpress.com/1558/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1558&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/19/sikap-istri-ketika-tahu-suami-selingkuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae948b863bfb387d79b4e2a10a4fd6c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uminasafira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Melupakan &#8220;Mantan Pacar&#8221;</title>
		<link>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/12/cara-melupakan-mantan-pacar/</link>
		<comments>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/12/cara-melupakan-mantan-pacar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 09:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uminasafira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[cara melupakan]]></category>
		<category><![CDATA[mantan pacar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uminasafira.wordpress.com/?p=1554</guid>
		<description><![CDATA[Judulnya terlintas begitu aja, ketika banyak curhatan dari temen-temen yang sampai sekarang gak pernah bisa lupa dengan mantan pacar, Suami udah baik , anak sholeh eeeeeh ternyata tanpa disadari mereka tetap ajah inget ama mantan pacar Itu sih emang godaan , mana ada sih Syetan yang nyaman melihat rumah kita adem ayem ya kan Nah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1554&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judulnya terlintas begitu aja, ketika banyak curhatan dari temen-temen yang sampai sekarang gak pernah bisa lupa dengan mantan pacar,</p>
<p>Suami udah baik , anak sholeh eeeeeh ternyata tanpa disadari mereka tetap ajah inget ama mantan pacar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Itu sih emang godaan , mana ada sih Syetan yang nyaman melihat rumah kita adem ayem ya kan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah gimana cara melupakannya :</p>
<p>1. Jangan pernah ingat kebaikannya tapi ingatlah bagaimana dia menyakiti</p>
<p>2. Jangan pernah ingat kenangan manis bersamanya</p>
<p>3. Jangan tinggalkan foto, benda kenangan darinya dirumah kita</p>
<p>4. Hapus nomor telepon, face book or apapun yang terkait dengannya</p>
<p>5. Ingatlah pasangan kita lah yang lebih baik dari dia</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cheersss</p>
<p>pulang dulu aaah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uminasafira.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uminasafira.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uminasafira.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uminasafira.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uminasafira.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uminasafira.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uminasafira.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uminasafira.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uminasafira.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uminasafira.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uminasafira.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uminasafira.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uminasafira.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uminasafira.wordpress.com/1554/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1554&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/12/cara-melupakan-mantan-pacar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae948b863bfb387d79b4e2a10a4fd6c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uminasafira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dilarang Curhat sama &#8220;pasangan&#8221; orang lain</title>
		<link>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/11/dilarang-curhat-sama-pasangan-orang-lain/</link>
		<comments>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/11/dilarang-curhat-sama-pasangan-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 09:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uminasafira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uminasafira.wordpress.com/?p=1552</guid>
		<description><![CDATA[Nah kepikiran abis nulis, tadi langsung pengen nulis lagi , maklum lagi rajin Diambil dari cerita nyata loooh Banyak kejadian ketika rumah tangga guncang atau sedang bermasalah langsung saja cari tempat curhatan Teman curhatan yang paling enak sih memang lawan jenis krn biasanya kan mendalami perasaan pasangan kita (itu kata survey banyakan orang) Kenapa bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1552&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nah kepikiran abis nulis, tadi langsung pengen nulis lagi , maklum lagi rajin <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Diambil dari cerita nyata loooh</p>
<p>Banyak kejadian ketika rumah tangga guncang atau sedang bermasalah langsung saja cari tempat curhatan</p>
<p>Teman curhatan yang paling enak sih memang lawan jenis krn biasanya kan mendalami perasaan pasangan kita (itu kata survey banyakan orang)</p>
<p>Kenapa bisa dibilang curhat sama lawan jenis paling enak ???</p>
<p>Karna mereka berbeda dan sama jenisnya dengan pasangan kita, shg kita merasa nyaman dan merasa mereka paling mengerti tentang curhatan kita apalagi kita curhat juga dengan orang yang sudah berkeluarga jadi dianggap paling wise jawabannya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Padahal semakin sering dengan teman curhatan tersebut mau gak mau mulai yang hal kecil timbul yaitu pandangan mata, setelah pandangan mata lanjut lama-lama merasa nyaman dekat dengannya , maklum setan kan maunya begitu bukan , biar rusak dua-duanya</p>
<p>Habis itu mulailah hal-hal yang &#8220;tidak diinginkan terjadi&#8221;  perselingkuhan balas dendam uppppppppps ini awalnya berasa bersalah lama-lama jadi makin ketagihan</p>
<p>akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaa?</p>
<p>hhhh banyak yang terjadi bukannya rumah tangga makin bener malah makin ricuh, karna perzinahan sudah dimulai</p>
<p>ujungnya ya perceraian</p>
<p>Ini yang sering terjadi loooh</p>
<p>Makanya hati-hati jangan pernah curhat sama pasangan orang lain yaaa</p>
<p>Curhat sama Allah dikala sholat dan tahajud itu jauh lebih aman dibandingkan dengan manusia yang sama sama punya kurangnya.</p>
<p>Gantungkan kepada Allah , Insya Allah Allah sang pemilik masalah kan meluluskan kita dari ujian</p>
<p>Gimana setuju????</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uminasafira.wordpress.com/1552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uminasafira.wordpress.com/1552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uminasafira.wordpress.com/1552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uminasafira.wordpress.com/1552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uminasafira.wordpress.com/1552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uminasafira.wordpress.com/1552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uminasafira.wordpress.com/1552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uminasafira.wordpress.com/1552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uminasafira.wordpress.com/1552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uminasafira.wordpress.com/1552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uminasafira.wordpress.com/1552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uminasafira.wordpress.com/1552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uminasafira.wordpress.com/1552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uminasafira.wordpress.com/1552/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1552&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/11/dilarang-curhat-sama-pasangan-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae948b863bfb387d79b4e2a10a4fd6c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uminasafira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalau Gak Cinta Ngapain Aku nikah sama kamu</title>
		<link>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/11/kalau-gak-cinta-ngapain-aku-nikah-sama-kamu/</link>
		<comments>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/11/kalau-gak-cinta-ngapain-aku-nikah-sama-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 05:07:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uminasafira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uminasafira.wordpress.com/?p=1549</guid>
		<description><![CDATA[Panjang banget yak judulnya hehehe

tapi ini sedikit lanjutan dari tulisan cinta gak sih kamu ???

ini pertanyaan pasangan, nah sebenarnya pasangan gak akan jawab langsung tuuh<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1549&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Panjang banget yak judulnya hehehe</p>
<p>tapi ini sedikit lanjutan dari tulisan<strong> <a title="Cinta gak sih kamuu???" href="http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/09/cinta-gak-sih-kamu/">cinta gak sih kamu ???</a> </strong></p>
<p><strong></strong>ini pertanyaan pasangan, nah sebenarnya pasangan gak akan jawab langsung tuuh</p>
<p>yang ada pas didesek desek *Pengalaman pribadi wkwkwk* baru deh bilang lah kalo aku gak cinta sama kamu ngapain aku nikah sama kamu hehehehe</p>
<p>Abis gimana yaaa, kadang-kadang kan memang dalam kehidupan rumah tangga itu sekali-kali perlu juga kata cinta , walaupun yang diperlukan bukan rayuan palsu atau kepura-puraan.</p>
<p>Terutama kebanyakan pria memang sulit mengatakan cintanya apalagi sama istrinya , mungkin mereka anggap gak perlu, gak penting dan gak kepikiran tuk ngomong atau mereka pikir kan waktu pacaran dulu udah sering hihihihi</p>
<p>Nah kalau pasangan kita yang begitu , maka diri kitalah yang mulai membangkitkan benih-benih cinta dan asmara &#8220;cieeeeeeeeeeeeeeeeeee&#8221;</p>
<p>Caranya gimana ???</p>
<p>1. Jangan lupakan panggilan sayang kita untuk pasangan kita</p>
<p>Kalau didepan anak kita panggil abi , papa, bapak nah kalau lagi berdua panggilah dengan panggilan kesayangannya misalnya hubby, darling , cinta, kanda or sesuatu yang membangkitkan emosi kasmaran dijaman dulu hehehe</p>
<p>2. Ambil peluang ketika berduaan</p>
<p>Nih bibi pulang kampung , anak sekolah, saatnya berduaan , jangan disia-siakan, manfaatkan waktu berdua , misalnya pasangan kita lagi berkebun ya ditemani jangan malah ditinggal tidur hehehe</p>
<p>3. Jangan biarkan hal kecil  untuk suami diambil alih pembantu</p>
<p>Mulai bikin minum teh manis , ambilin sesuatu yang diinginkan dikulkas or apa aja deh , biar kita yang ngerjain, jadi jangan terlalu males banget jadi istri meskipun pembantu kita tersedia setiap waktu hehehe.</p>
<p>Penting lagi nih jangan lupa saat bikinkan minum buat suami sambil baca Alfatihah dan do&#8217;a ya supaya suami kita setia , pelet mujarab loh , krn dalam Alfatihah terdapat berjuta khasiat.</p>
<p>Sementara segitu dulu idenya , nanti kita lanjut lagi yaa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Eh mungkin ada mau nambahkan monggo <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uminasafira.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uminasafira.wordpress.com/1549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uminasafira.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uminasafira.wordpress.com/1549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uminasafira.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uminasafira.wordpress.com/1549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uminasafira.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uminasafira.wordpress.com/1549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uminasafira.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uminasafira.wordpress.com/1549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uminasafira.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uminasafira.wordpress.com/1549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uminasafira.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uminasafira.wordpress.com/1549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1549&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/11/kalau-gak-cinta-ngapain-aku-nikah-sama-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae948b863bfb387d79b4e2a10a4fd6c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uminasafira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta gak sih kamu ???</title>
		<link>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/09/cinta-gak-sih-kamu/</link>
		<comments>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/09/cinta-gak-sih-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 04:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uminasafira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uminasafira.wordpress.com/?p=1544</guid>
		<description><![CDATA[Kadang pertanyaan itu muncul ketika sekian lama bersama, karna pasangan suami-istri bertemu secara rutin, dan banyak pekerjaan yang dilakukan secara rutin juga bersama-sama sehingga menjadi lurus-lurus saja. Beda dengan pacaran, mereka baru mengenal , ada saja yang mereka ingin cari tahu penasaran dan exited ya kan Nah&#8230;kalau rumah tangganya sudah lebih dari 10 tahun semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1544&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang pertanyaan itu muncul ketika sekian lama bersama,</p>
<p>karna pasangan suami-istri bertemu secara rutin, dan banyak pekerjaan yang dilakukan secara rutin juga bersama-sama sehingga menjadi lurus-lurus saja.</p>
<p>Beda dengan pacaran, mereka baru mengenal , ada saja yang mereka ingin cari tahu penasaran dan exited ya kan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah&#8230;kalau rumah tangganya sudah lebih dari 10 tahun semua mengerjakan seperti biasa saja gak ada yang perlu diketahui karna semua sudah tahu siapa diri pasangannya, bener gak ?</p>
<p>akhirnya timbul keadaan &#8220;biasa&#8221; dan artian &#8220;membosankan&#8221; karna tidak ada yang ingin diketahui lebih lagi</p>
<p>Kehidupan seperti ini sebetulnya gak boleh dibiarkan terus menerus karna kalau dibiarkan bisa jadi akan timbul PIL dan WIL dalam rumah tangga mereka</p>
<p>Akhirnya timbul pertanyaan pada pasangan masih Cinta gak sih kamu ???</p>
<p>Nah baiknya mulailah melakukan kejutan-kejutan menarik layaknya kita pacaran.</p>
<p>Gak salah banyak psikolog yang menganjurkan bulan madu kedua untuk pasangan yang sudah diambang kebosanan apalagi jurang kehancuran.</p>
<p>So&#8230;</p>
<p>Tetep mesra itu penting, punya panggilan sayang itu penting jangan biarkan rumah tangga jadi hambar seperti sayur sop tanpa garam ya kan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semangat yaaa</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uminasafira.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uminasafira.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uminasafira.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uminasafira.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uminasafira.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uminasafira.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uminasafira.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uminasafira.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uminasafira.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uminasafira.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uminasafira.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uminasafira.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uminasafira.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uminasafira.wordpress.com/1544/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1544&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/09/cinta-gak-sih-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae948b863bfb387d79b4e2a10a4fd6c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uminasafira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbedaan dan Perubahan Niat dalam Shalat</title>
		<link>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/09/perbedaan-dan-perubahan-niat-dalam-shalat-2/</link>
		<comments>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/09/perbedaan-dan-perubahan-niat-dalam-shalat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 02:58:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uminasafira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uminasafira.wordpress.com/?p=1542</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh Meutia Miranti dari Kajian SKI Indosat Perbedaan dan Perubahan Niat dalam Shalat &#160; Dari pengajian dzuhur hari ini, dengan judul Perubahan  Niat dalam Shalat, disampaikan oleh Ust. Abdul Muhit Murtadho. &#160; Pembahasan dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu perbedaan niat shalat antara makmum dan imam, perubahan niat dalam shalat, serta beberapa penjelasan lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1542&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ditulis oleh Meutia Miranti dari Kajian SKI Indosat</p>
<p><strong>Perbedaan dan Perubahan Niat dalam Shalat</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari pengajian dzuhur hari ini, dengan judul Perubahan  Niat dalam Shalat, disampaikan oleh Ust. Abdul Muhit Murtadho.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pembahasan dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu perbedaan niat shalat antara makmum dan imam, perubahan niat dalam shalat, serta beberapa penjelasan lain tentang shalat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>A.      </strong><strong>Perbedaan niat shalat antara makmum dan imam</strong></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perbedaan niat shalat antara imam dan makmum, yang disebabkan karena perbedaan jenis dan jumlah rakaat shalat <strong>dibolehkan untuk sebagian besar kasus </strong>sbb :</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>Imam dan makmum berbeda shalat antara fardhu dan sunnah.</strong> Misalnya imam shalat sunnah sedangkan makmum shalat fardhu. Ataupun imam shalat fardhu, makmum shalat sunnah (maaf untuk pembahasan ini tadi saya tidak hadir sejak awal, sehingga pembahasan yang saya dengar kurang detil).</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>2.       </strong><strong>Imam dan makmum sama-sama melakukan shalat fardhu, jumlah rakaat imam sama banyak dengan jumlah rakaat makmum. </strong></li>
</ol>
<p>Misalnya makmum yang tertinggal shalat dzuhur (karena tertidur atau lupa) padahal jamaah sudah akan melakukan shalat ashar. Maka makmum dapat mengikuti imam tersebut, dengan makmum melakukan shalat dzuhur, sedangkan imam shalat ashar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>3.       </strong><strong>Imam dan makmum sama-sama melakukan shalat fardhu, jumlah rakaat imam lebih sedikit dengan jumlah rakaat makmum. </strong></li>
</ol>
<p>Misalnya makmum yang tertinggal shalat ashar (karena tertidur atau lupa) padahal jamaah sudah akan melakukan shalat maghrib. Maka makmum dapat melakukan shalat ashar, mengikuti dengan imam yang melakukan shalat maghrib. Selesai rakaat ketiga, makmum tersebut melanjutkan dengan rakaat keempat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>Orang yang muqim (tidak dalam perjalanan) berimam kepada orang yang safar (dalam perjalanan).</strong> Imam melakukan shalat qashar, sedangkan makmum melakukan shalat normal. Di akhir, makmum menambahkan kekurangan shalatnya.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>Orang yang safar (dalam perjalanan) berimam kepada orang yang muqim (tidak dalam perjalanan).</strong> Maka makmum mengikuti shalat imam yang normal, lalu menambahkan dengan shalat qashar jamak jika akan menjamak.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perbedaan niat hanya <strong>tidak dibolehkan pada satu kasus</strong>, yaitu, <strong>ketika imam dan makmum sama-sama shalat fardhu, jumlah rakaat imam lebih banyak daripada jumlah rakaat makmum</strong>.  Misalnya makmum yang tertinggal shalat subuh (karena tertidur atau lupa) padahal jamaah sudah akan melakukan shalat dzuhur. Maka makmum tidak dapat shalat subuh dengan imam yang shalat dzuhur. Sebabnya adalah, makmum akan harus berhenti terlebih dahulu, dan melakukan salam terlebih dahulu, sehingga akan menyelisihi atau melakukan sesuatu yang tidak mengikuti imam. Padahal prinsip dasar berjamaah adalah makmum harus mengikuti imam.</p>
<p>Maka pada kasus ini, yang dapat dilakukan adalah :</p>
<p>-          Makmum menunggu dulu sampai imam shalat 2 rakaat, baru makmum mengikuti 2 rakaat terakhir untuk shalat subuhnya, dengan bermakmum pada imam yang shalat dzuhur di 2 rakaat terakhir.</p>
<p>-          Makmum shalat dzuhur berjamaah terlebih dahulu, baru setelah itu melakukan shalat subuh yang tertinggal, walaupun di sisi lain lebih utama jika shalat dilakukan secara berurutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>B.      </strong><strong>Perubahan niat dalam shalat</strong></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perubahan niat dalam shalat dibolehkan, dan terdapat beberapa jenis perubahan niat :</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Berubah niat dari shalat <strong>berjamaah menjadi shalat sendiri</strong> (munfarid), misalnya ada urusan penting dan imam bacaannya terlalu panjang, sakit, atau ada hal yang darurat.</li>
<li>Berubah niat dari menjadi <strong>imam menjadi shalat sendiri</strong>, dalam hal shalat berdua, yang kemudia makmumnya meninggalkan shalat (ada hal darurat).</li>
<li>Berubah niat dari <strong>shalat sendiri menjadi imam</strong>, karena ada yang mengikuti.</li>
</ol>
<p>Hal ini dijelaskan pada hadits dari Ibnu Abbas : “Aku shalat di rumah bibiku, dan mendapati Rasulullah shalat. Akupun mengikutinya dan berdiri di sebelah kirinya. Lalu Rasulullah memegang kepalaku dan membawaku ke sebelah kanan beliau”.</p>
<p>Dari hadits ini dapat disimpulkan bahwa seseorang dapat mengubah niat dari shalat sendiri menjadi imam, serta pada shalat berjamaah berdua, posisi makmum adalah di sebelah kanan imam.</p>
<ol>
<li>Berubah niat dari menjadi <strong>makmum menjadi imam</strong>, yaitu pada kasus jika imam batal sehingga makmum yang di belakangnya ditunjuk untuk menggantikan.  Seperti pada kasus ketika Umar bin Khattab ditusuk ketika sedang menjadi imam shalat, beliau menunjuk Abdurrahman bin Auf untuk menggantikan, jamaah shalat tetap dilanjutkan.</li>
<li>Berubah dari berimam <strong>kepada imam yang satu ke imam yang lain</strong>. Seperti pada kasus ketika Rasulullah berhalangan mengimami shalat jamaah, beliau menunjuk Abu Bakar Ash Shiddiq. Ketika shalat sedang berjalan dipimpin Abu Bakar Ash Shiddiq, Rasulullah ternyata dapat mengikuti shalat. Maka Rasulullah berdiri di samping kiri Abu Bakar Ash Shiddiq, dan semua jamaah berimam kepada Rasulullah.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>C.      </strong><strong>Beberapa penjelasan lain tentang shalat</strong></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>Shalat yang terlupa</strong>, maka shalat tersebut harus langsung dikerjakan segera ketika ingat. Dalam pelaksanaannya, tetap menggunakan prinsip tertib, yaitu sesuai urutan waktu. Jika yang terlupa adalah shalat subuh dan baru teringat di waktu dzuhur, maka kerjakan terlebih dahulu shalat subuh. Kecuali, jika ada jamaah yang akan melakukan shalat dzuhur, maka lebih utama untuk melakukan shalat dzuhur berjamaah terlebih dahulu.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Pada <strong>shalat yang di-qashar</strong>, niat tidak perlu dilakukan di awal. Sehingga, imam tidak perlu memberikan penjelasan kepada makmum bahwa shalat akan dilakukan secara qashar. Hal ini yang dilakukan oleh Rasulullah ketika haji wada. Waktu di Madinah, beliau shalat dzuhur 4 rakaat. Ketika sampai di Bier Ali, beliau melakukan shalat Ashar 2 rakaat, dengan jamaah sekitar 100 ribu orang yang kebanyakan tidak mengetahui akan dilakukan shalat qashar. Rasulullah langsung mengimami dengan shalat qashar tanpa penjelasan terlebih dahulu.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>Adzan adalah tanggung jawab muadzin</strong>. Namun <strong>qamat adalah di bawah komando imam</strong>. Jika imam telah merasa siap, maka imam yang memberi tanda untuk qamat dilakukan. Kesalahan yang umum dilakukan di masyarakat kita adalah makmum “berinisiatif” melakukan qamat agar imam segera memulai shalatnya.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>Menjamak shalat</strong> pada dasarnya dapat dilakukan kapan saja jika ada hal yang darurat. Rasulullah membolehkan menjamak shalat bagi mereka yang melakukan pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan. Dapat juga dilakukan jika terjadi hujan lebat, sakit, ataupun kemacetan yang di luar perkiraan.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Untuk <strong>shalat yang tidak dapat dijamak</strong>, maka harus dikerjakan walaupun kondisi kurang memungkinkan. Bahkan jika pakaian dirasa tidak suci, ada hadas besar maupun kecil, ataupun pakaian tidak menutup aurat, shalat tetap harus dilakukan semaksimal mungkin.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uminasafira.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uminasafira.wordpress.com/1542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uminasafira.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uminasafira.wordpress.com/1542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uminasafira.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uminasafira.wordpress.com/1542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uminasafira.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uminasafira.wordpress.com/1542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uminasafira.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uminasafira.wordpress.com/1542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uminasafira.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uminasafira.wordpress.com/1542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uminasafira.wordpress.com/1542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uminasafira.wordpress.com/1542/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1542&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/09/perbedaan-dan-perubahan-niat-dalam-shalat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae948b863bfb387d79b4e2a10a4fd6c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uminasafira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUNDA .. !! .. BERHATI-HATILAH DALAM BERKATA &#8230;</title>
		<link>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/02/bunda-berhati-hatilah-dalam-berkata/</link>
		<comments>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/02/bunda-berhati-hatilah-dalam-berkata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 04:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uminasafira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buah Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Berkata]]></category>
		<category><![CDATA[hati-hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uminasafira.wordpress.com/?p=1535</guid>
		<description><![CDATA[oleh Suprih Koesoemo pada 07 Juni 2011 jam 23:31 &#160; Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.. &#160; Beberapa hari yang lalu, di tengah kejenuhan saya menghadapi rutinitas harian di kantor, ada seorang sahabat, seorang karyawati sebuah perusahaan IT di Bali mengirimkan sebuah e-mail. Sebuah e-mail yang menurut saya bagus dan ketika membacanya saya sempat meneteskan air mata, &#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1535&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<h2></h2>
</div>
</div>
<div>
<div>
<p>oleh Suprih Koesoemo pada 07 Juni 2011 jam 23:31</p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<div>
<p>Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..</p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Beberapa hari yang lalu, di tengah kejenuhan saya menghadapi rutinitas harian di kantor, ada seorang sahabat, seorang karyawati sebuah perusahaan IT di Bali mengirimkan sebuah e-mail. Sebuah e-mail yang menurut saya bagus dan ketika membacanya saya sempat meneteskan air mata, &#8230;</p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Di e-mail itu sahabat saya ceritakan sebuah cerita sebagai berikut;</p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Cerita ini saya olah dari curhat sahabat saya beberapa hari lalu dalam sebuah forum. Jujur, saya merinding mendengarnya. Benar-benar mengingatkan kembali arti seorang ibu. Ibu, sosok yang disebut tiga kali oleh Rasulullah untuk dihormati sebelum ayah. Maka doa ibu pun begitu dahsyat. Begitu pula amarahnya, sehingga kita pun sangat familier dengan legenda Malin Kundang. Semoga bermanfaat buat para orangtua, wa bil khusus para ibu,dan calon ibu.</p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Sore itu, aku baru pulang dari bekerja. Badan dan pikiran yang lelah karena persoalan menumpuk di tempat kerja, membuat kondisi emosiku agak labil. Sampai di rumah aku berharap tak mendapati hal yang membuat emosiku makin naik. Memiliki tiga anak yang sangat aktif sering kali membuat emosiku naik turun. Keinginanku untuk mendapat ketenangan sejenak di rumah tak terkabul. Sore itu sesampai di rumah, ketiga anakku belum mandi dan rumah berantakan. Meski memiliki khadimat, tapi khadimatku masih terlalu muda, sehingga banyak pekerjaan yang tak tertangani dengan baik olehnya. Sulungku yang berusia enam tahun asyik dengan game. Putri keduaku dan si bungsu asyik bermain, berlari ke sana kemari. Emosiku mulai kembali naik. <em>”Ummi, Haris dari tadi disuruh mandi nggak mau&#8230;”</em> lapor khadimatku.</p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Haris masih asyik bermain game. <em>”Haris, mandi”</em> kataku berusaha lembut. ”<em>Nggak mau ah!”</em></p>
</div>
<div>
<p><em>”Haris, mandi sama Mbak sekarang&#8230;” </em>suaraku mulai keras. Haris tak bergeming. Rasa lelah, pikiran yang masih penuh, ditambah khadimat yang tak becus dan si Sulung yang tak mau menuruti perintahku, makin menambah emosi di dada.</p>
</div>
<div>
<p><em>”Haris, mandi sekarang juga!”</em> kali ini aku benar-benar tak bisa mengontrol ucapanku. Kurasa suaraku begitu keras. Haris tampak kaget. Tapi hanya sejenak. Kemudian dari mulut mungilnya kudengar kata&#8230; <em>&#8220;Entar, Bego&#8230;”</em> . Hooh, rasanya emosiku sudah tak di dada lagi, tapi sudah naik hingga ubun-ubun. Dari mana dia mendapat perkataan itu? Bagaimana mungkin Haris-ku bisa berkata seperti itu pada ibunya&#8230;?. Kupegang kedua bahunya, masih dengan amarah di dada. <em>”Bicara apa kamu? Dari mana dapat omongan itu? Dengar ya, UMMI NGGAK IKHLAS kamu bicara seperti itu. Ummi nggak ikhlas! Sekarang juga kamu minta maaf!”</em></p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Rasanya lisanku sudah tak terkontrol. Kulihat Haris tampak diam dan takut. <em>”Ayo, minta maaf sama Ummi!”</em>. <em>”Ma-af, Mi&#8230;”</em> dengan terbata Haris berucap. <em>”Ya sudah, Ummi maafkan. Sekarang kamu mandi sama Mbak!”</em> kataku.  Ucapan ”Ummi maafkan” sepertinya hanya sekadar saja keluar dari mulutku. Amarah dan kecewa anakku mengucapkan kalimat ”Entar, Bego..” masih menggumpal di dadaku.</p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Keesokan harinya, amarahku sudah terkikis. Sore hari aku mengecek pelajaran Haris. aku ingat esok hari Haris ada tugas mengulang mengulang hafalan. <em>”Ah, surat-surat yang mesti diulang hampir semua sudah Haris hafal. Insya Allah, Haris bisa”</em> kataku yakin. Setelah itu aku membantu Haris untuk mengulang hafalan.</p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p><em>”Ayo, baca bismillah dulu, Ris&#8230;”</em>. ”<em>Bis&#8230;”</em> suara Haris terputus<em>..”Lho kok, bis&#8230; bis-millah.. .”</em>.</p>
</div>
<div>
<p><em>”Bis&#8230;”</em> lagi-lagi suara Haris terputus. <em>”Haris&#8230; jangan bercanda. Ayat Al Quran jangan dipermainkan. Ayo ulang lagi, bismillah&#8230; .”</em>. <em>”Bis&#8230;”</em>. <em>”Haris!”</em> emosiku mulai naik. ”<em>Tapi, Mi&#8230; Haris nggak bisa&#8230;”</em>. <em>”Masak bismillah saja tidak bisa, bis-mi-Allah. .”</em></p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Haris mencoba mengulang, tapi lagi-lagi terhenti di kata ”bis” Aku benar-benar tak habis pikir.</p>
</div>
<div>
<p><em>”Haris! Ummi serius ini. Kamu jangan bercanda, mempermainkan ayat Al Quran! Coba, A-L-L-A-H&#8230; “</em>.  <em>”A&#8230;. A&#8230; Ummi, Haris nggak bisa&#8230;”</em>.  <em>”A-L-L-A-H.. . ulang lagi&#8230; A-L-L-A-H&#8221; BISMILLAH”</em></p>
</div>
<div>
<p><em>”A&#8230;.. A”</em>.  Aku mulai panik. Kuamati wajah Haris. Dia tak terlihat bercanda atau mempermainkanku. <em>”Istighfar dulu, Ris, As-tag-fi-ru- llah”</em>. <em>”Astagfiru.. ”</em> lagi-lagi suara Haris terputus. Aku semakin panik. Ada apa dengan anakku? Padahal dia sudah hafal setengah juz 30. bagaimana mungkin menyebut ”bismillah” , ”astagfirullah” , bahkan ”Allah” saja tak bisa&#8230;</p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Aku berusaha menenangkan diri. <em>”Yuk, bareng Ummi&#8230; kita istighfar&#8230; ”</em>. <em>”Astagfirullah. ..”</em>.</p>
</div>
<div>
<p>Namun lagi-lagi, Haris tak dapat menyelesaikan kalimat tersebut. Aku benar-benar tak habis pikir. Beberapa kali kuminta Haris mengulang kata Allah, Allah, Allah&#8230; tak juga bisa.</p>
</div>
<div>
<p>Tiba-tiba runtunan kejadian kemarin berkelebat di otakku. <em>”Astagfirullah. &#8230;”</em> kuucap berulang kali..Kalimat <strong>”ummi tidak ikhlas”</strong> terngiang-ngiang. Inikah yang menyebabkan Haris tak dapat menyebut kata Allah? Tapi bagaimana mungkin? Haris masih kecil, baru enam tahun.</p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Namun, tak ada yang tak mungkin bagi Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya. Langsung kupeluk Haris, air mata berbulir jatuh. <em>”Maafkan Ummi, ya, Ris&#8230; maafkan, Ummi. Ummi juga memaafkan semua kekhilafan Haris. Ummi maafkan kesalahan Haris&#8230;”</em> . Kupeluk Haris makin erat. Haris tampak tak mengerti. Air mataku menderas. <em></em></p>
<div>
<p><em>”Maafkan Ummi&#8230;dan Ummi maafkan Haris..”</em></p>
</div>
<div>
<p><em> </em></p>
</div>
<div>
<p>Setelah beberapa saat menenangkan diri, aku minta Haris untuk sama-sama membaca istighfar kembali. Dan&#8230; subhanallah. .. tanpa kesulitan Haris mengucap dengan lancar. Dan kemudian kalimat bismillah, dan kemudian surat-surat Al Quran yang hendak ia ulang, semua lancar dibaca. Subhanallah, Allahu Akbar&#8230; betapa kecil kurasa diriku saat itu. Teringat aku kisah Al Qomah pada masa Rasulullah, yang mulutnya terkunci tak dapat mengucap <em>”Laailahailallah” </em>saat sakaratul maut, karena sang Ibu tak ikhlas padanya. Aku bersimpuh<em>..”Ampuni aku, ya Allah.”..”.</em></p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Ooo0ooO</p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Dari Abdullah bin Amr bin Ash bahwasanya Rosulullah  shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, <em><strong>“Keridhaan Allah itu tergantung pada keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah itu juga tergantung pada kemurkaan kedua orang tua”</strong></em> (HR Tirmidzi). Hadits ini menunjukkan bahwa suatu perbuatan anak itu tergantung pada keridhaan orang tua (terutama seorang ibu) dimana ucapan dan restu orang tua harus diperhatikan dan dipertimbangkan. Ucapan atau perkataan seorang ibu dapat juga sebagai doa. Doa merupakan sesuatu yang akan mampu menghindarkan dan mencegah turunnya bencana atau meringankan bencana manakala sudah terjadi. Dari ‘Aisyah berkata, bahwasanya Rosulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, <em>“Bersikap waspada, tidaklah akan bisa menghindarkan seseorang dari qadar, sedangkan doa akan bermanfaat, baik terhadap bencana yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Sungguh, adakalanya bencana yang sudah hendak turun berpapasan dengan doa, lalu keduanya saling berbenturan sampai hari kiamat tiba”</em> (HR Hakim).</p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Mu’awiyah bertanya kepada Ahnaf bin Qais, <em>“Bagaimanakah pendapatmu tentang hal anak itu?”.</em> Ahnaf menjawab, <em>“Hai Amirul mukminin, anak adalah buah hati kita, tiang punggung kita. Kita ini adalah bagaikan bumi yang hina bagi mereka itu, tetapi harus merupakan langit yang dapat memberikan naungan kepada mereka. Kita juga dapat menjadi anak panah yang utama bagi mereka itu di dalam segala urusan yang penting dan gawat. Oleh karena itu, apabila mereka meminta, maka berilah, apabila mereka marah, usahakanlah supaya rela dan hilangkan apa-apa yang menyebabkannya. Dengan demikian mereka akan memberikan kecintaan kepada kita. Mereka akan senang menunjukkan kegiatan untuk kita. Janganlah anda sebagai kunci (penghalang) yang berat dalam perasaan mereka itu, sebab bila demikian, maka mereka akan bosan melihat anda hidup dan menginginkan anda mati dan mereka enggan mendekati anda”. </em>Mu’awiyah lalu berkata, <em>“Benar sekali engkau itu, wahai Ahnaf. Engkau dapat membuat diriku menjadi rela sehingga tidak akan memarahi mereka lagi, sebab suatu kemarahan yang ada dalam hatiku karena perbuatan anakku itu”.</em></p>
</div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>Demikianlah sedikit yang dapat disampaikan sebagai tambahan note saudara Vicky Robi II, semoga bermanfaat…amiin. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh  (MM 07062011)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uminasafira.wordpress.com/1535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uminasafira.wordpress.com/1535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uminasafira.wordpress.com/1535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uminasafira.wordpress.com/1535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uminasafira.wordpress.com/1535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uminasafira.wordpress.com/1535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uminasafira.wordpress.com/1535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uminasafira.wordpress.com/1535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uminasafira.wordpress.com/1535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uminasafira.wordpress.com/1535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uminasafira.wordpress.com/1535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uminasafira.wordpress.com/1535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uminasafira.wordpress.com/1535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uminasafira.wordpress.com/1535/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1535&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/02/bunda-berhati-hatilah-dalam-berkata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae948b863bfb387d79b4e2a10a4fd6c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uminasafira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2012 : Akankah Kiamat datang?</title>
		<link>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/02/2012-akankah-kiamat-datang/</link>
		<comments>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/02/2012-akankah-kiamat-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 03:50:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uminasafira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uminasafira.wordpress.com/?p=1532</guid>
		<description><![CDATA[Sekedar bahan renungan saja Today sudah memasuki 2012 , dulu sempat gembar-gembor bahwasanya kiamat kan datang ditahun ini ups, it&#8217;s mean tahun ini dooooog kata abang e&#8217;ang my litte hero &#8220;duh mi&#8230;masa kiamat tahun ini, e&#8217;ang kan masih kecil dan orang-orang sholeh belum pada mati&#8221; hehehehe kata teman sekerjaku &#8220;ups jangan tahun ini doong kan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1532&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekedar bahan renungan saja</p>
<p>Today sudah memasuki 2012 , dulu sempat gembar-gembor bahwasanya kiamat kan datang ditahun ini</p>
<p>ups, it&#8217;s mean tahun ini dooooog</p>
<p>kata abang e&#8217;ang my litte hero &#8220;duh mi&#8230;masa kiamat tahun ini, e&#8217;ang kan masih kecil dan orang-orang sholeh belum pada mati&#8221; hehehehe</p>
<p>kata teman sekerjaku &#8220;ups jangan tahun ini doong kan gue belom pergi haji&#8221; hahaha</p>
<p>yaaah betul siiih siapa yang pengen kiamat buru-buru ya kan?, kecuali orang yang udah putus harapan dengan Allah</p>
<p>Cuma&#8230;.tanda tanda kiamat sih memang udah bermunculan dimana-mana</p>
<p>1. Munculnya bangunan-bangunan pencakar langit</p>
<p>2. Banyaknya wanita yang berpakaian seperti orang telanjang</p>
<p>3. Komposisi wanita lebih banyak dibandingkan laki-laki</p>
<p>Dan banyak lagi tanda-tanda kiamat bermunculan</p>
<p>Namun&#8230;itu bukan berarti kiamat pasti datang ditahun 2012 kan ?</p>
<p>karna hanya Allahlah yang tahu kapan Kiamat itu datang</p>
<p>Kiamat pasti datang dan yang jelas lagi kiamat makin dekat dan bukan makin jauh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah kita sudah sepatutnya bersiap, sehingga kapanpun kiamat datang kita tak pernah takut, ya kan ?</p>
<p>bukannya pas tahu kiamat baru bertobat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jangan tunggu matahari terbit dari barat, sehingga pintu tobat sudah ditutup</p>
<p>So&#8230;.</p>
<p>Siap-siaplah selalu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uminasafira.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uminasafira.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uminasafira.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uminasafira.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uminasafira.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uminasafira.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uminasafira.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uminasafira.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uminasafira.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uminasafira.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uminasafira.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uminasafira.wordpress.com/1532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uminasafira.wordpress.com/1532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uminasafira.wordpress.com/1532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1532&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uminasafira.wordpress.com/2012/01/02/2012-akankah-kiamat-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae948b863bfb387d79b4e2a10a4fd6c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uminasafira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Curhat Istri : Saat Hamil kok dia Selingkuh :(</title>
		<link>http://uminasafira.wordpress.com/2011/12/30/curhat-istri-saat-hamil-kok-dia-selingkuh/</link>
		<comments>http://uminasafira.wordpress.com/2011/12/30/curhat-istri-saat-hamil-kok-dia-selingkuh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 09:45:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uminasafira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uminasafira.wordpress.com/?p=1528</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaaan : Saya udah berusaha mengikuti apa mau suami.. Tapi slalu tidak pernah dihargai.. Ni adalah ke 2 kali suami ku selingkuh.. Padahal dia udah bersumpah ga akan mengulangi perbuatan nya.. Tapi skrg dia ulangi lg.. Aku bnr2 ga tahu lg mesti berbuat apa.. Skrg aku lg hamil 5 bln.. Tapi punya suami selingkuh.. Rasanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1528&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaaan :</p>
<p>Saya udah berusaha mengikuti apa mau suami.. Tapi slalu tidak pernah dihargai.. Ni adalah ke 2 kali suami ku selingkuh.. Padahal dia udah bersumpah ga akan mengulangi perbuatan nya.. Tapi skrg dia ulangi lg.. Aku bnr2 ga tahu lg mesti berbuat apa.. Skrg aku lg hamil 5 bln.. Tapi punya suami selingkuh.. Rasanya ga sanggup ngejalanin hidup ini.. Skrg aku cuma bisa banyak2 berdoa pada yg kuasa supaya suami ku bisa bnr2 berubah dan bisa saynk ma aku dan juga anak2nya.. O:)»•*•※•*•※Ä♏έέέn※•*•※•*•«O:)</p>
<p>Jawaban</p>
<p>Dear Mbak Linda, setiap manusia pasti memiliki masalah,dan masalah adalah proses pendewasaan kita tuk menjadikan diri kita menjadi manusia yang lebih baik, bila kita lolos dari ujian yang Allah berikan, Insya Allah akan menjadikan diri kita menjadi manusia yang kuat.</p>
<p>Usaha yang pertama adalah betul dengan menyerahkan segala masalah kepada pemilik penyelesai masalah yaitu Allah SWT. Hanya Allah yang memiliki hati suami mbak Linda , dan tak ada yang dapat mencegah apa yang Allah mau <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , namun selain berdo&#8217;a ada baiknya untuk tetap melakukan perbaikan-perbaikan diri, yang kita namakan usaha.</p>
<p>Cari tahu penyebab dia melakukan perselingkuhan</p>
<p>Terpenting adalah membuat frame positif terhadap suami, kadang membayangkan yang buruk akan menjadi imbas suatu kenyataan, ada baiknya Mbak Linda mulai membayangkan keadaan dimana suami mulai sadar dan kembali kepada keluarga dan mulai menyadari bahwa perbuatannya adalah kemaksiatan kembali kepelukan keluarga</p>
<p>itu lebih baik dibandingkan mbak Linda membayangkan kepada benih perceraian.</p>
<p>Usahakan untuk prasangka-prasangka buruk kita singkirkan karna prasangka buruk bisa menjadi energi negatif buat diri kita yang menyebabkan penyakit, apalagi mbak Linda lagi hamil, mulailah tuk memikirkan yang lebih penting yaitu anak dalam kandungan mbak Linda.</p>
<p>Tak perlu banyak ingin tahu mengenai hubungan suami mbak Linda dengan selingkuhannya , misalnya dengan mengecek SMS, cari tahu dimana selingkuhannya or gimana hubungannya, karna itu akan menambah pikiran dan makin panas</p>
<p>Kadang apa yang kita bayangkan melebihi dari apa kenyataan.</p>
<p>Ingatlah bahwa kalau mbak Linda ada diposisi yang kuat yaitu istri resnmi dan tentu saja selingkuhannya kan merasa senang bila mbak Linda terpancing emosi</p>
<p>Selingkuhan akan berusaha menambahan bumbu-bumbu kemesraannya via SMS atau pun apapun agar menjadi orang yang menang.</p>
<p>Amblilah prinsip yaitu bahwa setiap perbuatan akan kembali kepada siapa yang berbuat.</p>
<p>Tetaplah berbuat baik pada suami, jangan pernah kalap apalagi minta cerai karna akan memperkeruh suasana</p>
<p>Iblis punya misi utama yaitu menceraikan 2 insan yang sudah dipersatukan oleh Allah agar rumah tangga berantakan, anak jadi korban dan 2 keluarga menjadi bermusuhan.</p>
<p>Saya selalu memegang teguh prinsip :</p>
<p>Jagalah dirimu maka Allah akan menjaga keluargamu.</p>
<p>Jangan pernah berusaha membalas terutama dengan berselingkuh juga, krn itulah justru yang merusak pernikahkan</p>
<p>Balas dengan kebaikan dan ketegaran</p>
<p>Allah tak pernah tidur</p>
<p>Allah berkata bahwa Aku dekat.</p>
<p>Bila ingin menjadi orang yang didengar do&#8217;anya oleh Allah maka jadikanlah Allah tempat kita bersandar</p>
<p>Masalah pasti ada hikmahnya</p>
<p>Buatlah semaksimal mungkin usaha, jadikanlah diri kita pasrah pada Allah setelah usaha optimal</p>
<p>karena segala sesuatu yang terjadi pasti karena kehendak Allah.</p>
<p>Layani suami sebaik mungkin, jangan ijinkan suami tuk melihat keburukan kita.</p>
<p>Smoga Allah memberikan yang terbaik tuk usaha yang optimal</p>
<p>Aamiin 3x</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uminasafira.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uminasafira.wordpress.com/1528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uminasafira.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uminasafira.wordpress.com/1528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uminasafira.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uminasafira.wordpress.com/1528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uminasafira.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uminasafira.wordpress.com/1528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uminasafira.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uminasafira.wordpress.com/1528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uminasafira.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uminasafira.wordpress.com/1528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uminasafira.wordpress.com/1528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uminasafira.wordpress.com/1528/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1528&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uminasafira.wordpress.com/2011/12/30/curhat-istri-saat-hamil-kok-dia-selingkuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae948b863bfb387d79b4e2a10a4fd6c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uminasafira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Terlilit Hutang</title>
		<link>http://uminasafira.wordpress.com/2011/12/30/bila-terlilit-hutang/</link>
		<comments>http://uminasafira.wordpress.com/2011/12/30/bila-terlilit-hutang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 09:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uminasafira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[bayar hutang]]></category>
		<category><![CDATA[cara bebas hutang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://uminasafira.wordpress.com/?p=1524</guid>
		<description><![CDATA[assalamualaikum,.maaf ummi saya pengen curhat tentang masalah yang begitu sulit saya dapatkan jalan keluarnya dan saya akui bahwa ini adalah murni kelalaian saya terdahulu, dan baru sekarang saya betul2 bertaubat dan mohon ampun atas kesalahan besar yang telah saya lakukan selama ini. Kira2 apa yg harus saya lakukan untuk menyelesaikan utang-utang saya ini, baik sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1524&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum,.maaf ummi saya pengen curhat tentang masalah yang begitu sulit saya dapatkan jalan keluarnya dan saya akui bahwa ini adalah murni kelalaian saya terdahulu, dan baru sekarang saya betul2 bertaubat dan mohon ampun atas kesalahan besar yang telah saya lakukan selama ini. Kira2 apa yg harus saya lakukan untuk menyelesaikan utang-utang saya ini, baik sama teman,keluarga bahkan di bank sertifikat rumah sudah tergadai. Ya Allah berikan petunjuk dan jalan keluar yg terbaik untuk bisa sy lunasi utang2 saya ini yg mana jumlahnya cukup besar yaitu total kurang-lebih Rp.200 jt. Saya sebenarnya sdh dpt pekerjaan di ktr swasta tapi hanya kontrakan jd tdk dpt jadi harapan kontinu untuk menyelesaikan cicilan utang saya ini. Tolong nasihatnya Ummi terima kasih wassalam.</p>
<p>Walaikumsalam Wr Wb</p>
<p>Maaf Baru membalas, setelah sekian lama gak eksis dirimba dunia maya hehehe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekedar saran semoga menjadi solusi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hutang memang begitu berat dipunggung kita, namun bukan berarti kita harus lari dari hutang</p>
<p>Semakin lari maka akan semakin dikejar-kejar dan stress</p>
<p>Jalan yang saya sarankan adalah Pertama berniat dengan sungguh-sungguh dalam menghadapi hutang, bukan pusing memikirkan tapi tak kunjung Action</p>
<p>2 jalan yang harus ditempuh melalui jalan usaha pendekatan kepada Allah dan Usaha Optimal</p>
<p>1. Usaha pendekatan Pada Allah</p>
<p>Banyak cara yang dilakukan tuk menyelesaikan masalah Hutang dimana tentunya dengan Niatan kita betul betul percaya usaha pendekatan kita kepada Allah itu adalah yakin membawa jalan keluar , yaitu :</p>
<ol start="1">
<li>Taubatan Nasuha</li>
</ol>
<p>Ini merupakan kunci utama, janganlah merasa diri kita jauh dari dosa atau kemaksiatan, sesungguhnya hutang yang menimpa kita bisa jadi tanda sayang Allah untuk membuat kita kembali meminta dan bersujud memohon jalan keluarnya. Pemilik kuasa dan masalah adalah Allah semata maka dengan itu mohonlah kepada-Nya agar keluar dari masalah dan jauhkan dari kemaksiatan.</p>
<p>Sholat Taubat 2 rakaat diiringi rasa penyesalan atas kesalahan yang kita perbuat baik sengaja maupun tidak sengaja akan membuat itu jauh lebih tenang.</p>
<p>Taubatan Nasuha berarti kita tak mengulangi dosa atau kemaksiatan kita sebelumnya, hanyaa kita sendiri yang tahu apa sebetulnya dosa-dosa kita dihadapan Allah, ungkapkan dan sesali Insya Allah , Allah akan membimbing kita menuju Jalan-Nya</p>
<ol start="2">
<li>Zakat dan Sedekah</li>
</ol>
<p>Sudahkah kita Zakat pada saat sedang mampu ??? , ataukah sudahkan kita sedekah ketika rizki kita berlebih.</p>
<p>Kadang memang timbul pikiran ”wong bayar hutang ajah susah mau sedekah????”</p>
<p>Justru itu kelebihan kita meskipun punya hutang menumpuk toh kita masih sanggup memberi.</p>
<p>Tidak jarang ada kejadian diluar dugaan dalam cerita nyata dimana seseorang mempercayai sedekah sebagai penolak bala, lalu mereka menjual hartanya dan menyedekahkan kepada fakir miskin, ternyata Allah malah memberikan balasan melebihi dugaannya</p>
<p>Gak percaya ? , coba buktikan J</p>
<ol start="3">
<li>Sholat Dhuha dan Tahajud</li>
</ol>
<p>Susah ??? ., jangan tinggalkan yang sunnah, karna dengan sholat Dhuha dan tahajud maka kita kan semakin sering mengadu kepada sang Pemilik solusi dan kekayaan akan masalah kita.</p>
<ol start="4">
<li>Baca Surat Al Waqiah tiap Pagi</li>
</ol>
<p>Ini merupakan salah satu pembuka rizki krn didalam surat AL Waqiah terdapat khasiat tuk meminta kita rizki, coba deh jalankan J</p>
<ol start="5">
<li>Baca Almatsurat pagi dan sore</li>
</ol>
<p>Didalam Al Matsurat ada do’a tuk menghindar dari hutang</p>
<ol start="6">
<li>Titip Do’a dengan orang yang berangkat Haji atau Umroh</li>
</ol>
<p>Jangan pernah meremehkan do’a orang-orang yang sedang menuju rumah Allah baik itu Haji dan Umroh, karna sesungguhnya mereka sedang dekat dengan Allah,</p>
<p>Sehingga do’anya lebih diijabah, titipkan do’a kepada mereka yang sedang mau berangkat, curhat 4 mata atau tulislah  pesan dalam sebuah surat agar mereka yang berangkat ingat tuk membacakan do’a kita..</p>
<ol start="7">
<li>Tebarkan amalan apapun yang kita bisa</li>
</ol>
<p>Uang kita gak punya , tapi kita masih punya ilmu nah tebarkanlah ilmu yang kita bisa , misalnya yah dengan menulis tulisan di blog <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  , ataupun mengajarkan kebaikan kepada sekitar, insya Allah akan membuat jalan kita makin mudah</p>
<ol start="8">
<li>Perluas silaturahim</li>
</ol>
<p>Semakin banyak jaringan maka semakin banyak cara tuk menghadapi hutang, kadang dengan menyambung silahturahim membuat terbukanya peluang rizki ,yaa jangan jauh-jauh contohnya saya, gak sedikit orang baru yang saya kenal membuat saya kuat menjalankan silaturahim, tiba-tiba malah jadi peluang rizki saya tuk bisa kerjasama dengan orang-orang tsb J</p>
<p>2. Usaha Optimal Duniawi :</p>
<p>Pendekatan dengan Allah sudah nah sekarang usaha optimal dalam kehidupan dunia</p>
<p>a. Turunkan Gaya hidup</p>
<p>Jangan pernah malu tuk menurunkan gaya hdiup, misalnya yang biasanya makan siang dikantor jajan diluar , mulailah bawa bekel dari rumah, yang tadinya naik taxi pulang balik ke kantor mulailah naik kereta atau busway , HP yang merknya mahal ganti dengan yang murah yang terpentingkan fungsinya J</p>
<p>b. Jual semua harta yang kita miliki tuk membayar hutang</p>
<p>Banyak yang terjadi dilapangan orang punya hutang banyak tapi gak mau jual hartanya dengan alasan sayang ,malu dan gak mungkin atau nilanya gak seberapa</p>
<p>Toh berapapun harganya itu ada nilainya kaaan , dan intinya malah bisa membantu bayar hutang. Jangan pernah sayang buat harta duniawi yang kita punya.</p>
<p>c. Lunasi hutang mulai bertahap sedikit demi sedikt dengan skala prioritas</p>
<p>Hutang dihadapi dengna serius dengan skala prioritas tentunya yaitu :</p>
<ol start="1">
<li>Lintah darat atau bank, ini penting kita selesaikan terlebih dahulu karna bunga berbunga tak pernah ada habisnya sehingga harus dipangkas</li>
<li>Teman</li>
</ol>
<p>Jangan biarkan teman berubah fungsi menjadi musuh,</p>
<p>Kadang yang terjadi adalah yang punya hutang pura-pura lupa bayar ataupun malah membuat silaturahim yang buruk sehingga yang mengutangi malah merasa dikejar-kejar</p>
<p>Itu malah membuat tambah tidak berkah , baiknya jangan pernah memutuskan silaturahim dengna orang yang pernah menolong kita, apalagi pura-pura lupa seakan akan kita gak punya hutang,</p>
<p>Dekati dan bicarakan baik-baik bahwasanya kita sedang kesulitan membayar hutang kita padanya, ungkapkan bahwa kita sedang mempunyai hutang banyak dan berjanji membayarnya.</p>
<p>Nah berjanji membayar harus dengan perhitungan yang benar bukan sekedar omongan gak bertanggungjawab. Beberkan hutang kita totalnya shg misalnya kita sanggup mencicil hanya Rp. 50.000 perbulan sebagai niatan baik dibandingkan kita diam dan menumpuk hutang kita</p>
<p>Intinya tunjukkan niat baik kita kepada teman kita.</p>
<ol start="3">
<li>Keluarga</li>
</ol>
<p>Keluarga adalah prioritas terakhir karna mereka mudah memahami dibandingkan dengan Lintah Darat, Bank dan Teman.</p>
<p>Caranya sama bicarakan dengan bijak dan tunjukkan sikap kita niat baik membayar hutang.</p>
<p>Misalnya bonus keluar langsung diberikan sebagian kepada keluarga tuk membayar hutang kita sebagai tanda keseriusan kita</p>
<p>Demikian saran dari saya semoga bermanfaat .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/uminasafira.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/uminasafira.wordpress.com/1524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/uminasafira.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/uminasafira.wordpress.com/1524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/uminasafira.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/uminasafira.wordpress.com/1524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/uminasafira.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/uminasafira.wordpress.com/1524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/uminasafira.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/uminasafira.wordpress.com/1524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/uminasafira.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/uminasafira.wordpress.com/1524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/uminasafira.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/uminasafira.wordpress.com/1524/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=uminasafira.wordpress.com&amp;blog=6807910&amp;post=1524&amp;subd=uminasafira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://uminasafira.wordpress.com/2011/12/30/bila-terlilit-hutang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ae948b863bfb387d79b4e2a10a4fd6c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">uminasafira</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
