Sarjana Kafir dan Tukang Sihir yang Beriman

Banyak orang berpendidikan tinggi, kenapa semakin menjauh dari Tuhannya? Banyak yang belajar hingga ke fenomena-fenomena alam yang sangat menakjubkan, mengapa semakin ragu dengan hukum-hukum Tuhannya? Saya tidak tahu apakah mereka yang sudah sarjana dan sudah intelektual itu semakin menyadari keberadaan Tuhannya atau semakin mengingkarinya karena pengetahuannya itu. Mungkin mereka merasa lebih pintar (atau mungkin merasa lebih bodoh) dari para tukang sihir dalam kisah ini.

Segala pengetahuan sesungguhnya berasal dari Allah. Andaikan seseorang itu tersentuh kesadaran spiritualnya, niscaya segala ilmu yang dipelajarinya akan menuntun kepada keimanan. Demikianlah kisah luar biasa yang terjadi di jaman Nabi Musa.

Alkisah Musa menghadap kepada Firaun untuk menyeru kepada dia agar menyembah Tuhan Tunggal penguasa alam. Sebagai bukti dari kenabian, Musa menunjukkan cahaya dari tangannya dan tongkat yang menjadi ular. Maka Firaun yang merasa di tangannya telah terletak seluruh kekuasaan alam semesta – seberapa besar sih luasnya alam semesta ini Fir’aun? – marah dan menganggap bukti Musa adalah sihir.

Maka dipanggillah para ahli sihir kerajaan untuk bertanding dengan Musa. Para ahli sihir itu mengeroyok musa dengan sihir ular. Mereka melemparkan tali-tali yang kemudian tampak berubah menjadi ular-ular ganas yang segera bergerak menyerang Musa. Lalu turunlah wahyu Allah menyuruh Musa untuk melemparkan tongkatnya. Seketika tongkat itu menjadi ular besar yang segera menelan habis seluruh ular jadi-jadian dari para ahli sihir kerajaan.

Apa yang terjadi? Seketika para ahli sihir yang mengetahui ular-ular jadian mereka ditelan ular Musa serentak menyatakan keimanannya! mereka tahu betul bahwa tidak mungkin ular hasil sihir bisa memakan ular jadi-jadian mereka. Dengan pengetahuan sihir yang mereka miliki, mereka sangat yakin bahwa ular Musa adalah mukjizat bukti kenabian. Maka mereka pun bersungkur mengakui Tuhannya Musa.

Fir’aun malu dan marah besar atas kejadian itu. Maka diapun mengancam para ahli sihir itu, apabila mereka tidak mengakui Fir’aun sebagai Tuhan, niscaya mereka akan dibunuh dengan cara yang keji dan menyakitkan. Namun para ahli sihir itu telah terbuka mata batinnya sehingga semua ancaman duniawi dari Fir’aun tak lagi menggentarkan hati. Maka Fir’aun lalu menyalib dan memotong tangan dan kaki para ahli sihir itu sehingga mereka pun meninggal. Mereka rela kehilangan nyawa setelah melihat bukti keberadaan Allah melalui ilmu yang mereka miliki.

Kabar tentang hal itu disampaikan dalam Al Qur’an surat Al A’raaf (7) ayat 106 – 126

Renungan

Selama ini, dari seluruh pengetahuan yang Anda miliki, apakah Anda menjadi semakin beriman atau semakin ingkar? Tak cukupkah bukti-bukti keMahaKuasaan Tuhan dan ketidakberdayaan dirimu? Apabila ilmumu semakin menjauhkanmu dari Tuhanmu, maka jelaslah sudah kesia-siaan ilmu itu bagimu.

* pesan untuk mereka yang terkagum-kagum atas kehebatan akal manusia *

dikutip dari http://sepia.blogsome.com

 

1 Komentar

  1. I’m new to this blog. Apologize for asking this though, but to OP…
    Do you know if this can be true;
    http://www.bluestickers.info/ringtones.php ?
    it came off http://ringtonecarrier.com
    Thanks🙂


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    Maret 2009
    M S S R K J S
        Apr »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Artikel Terbaru