Ketika Safira Pergi

Mengenang kepergian putriku  2 Tahun yang lalu, Maret 2007

Sore ini aku tak kuasa menahan tangis ketika dokter memvonis kandunganku mempunyai bakal janin yang tidak bagus dan bila tidak berkembang dalam 2 minggu kedepan maka akan dilakukan pengguguran.

 Padahal 6 minggu yang lalu aku merasa menjadi orang sangat berbahagia ketika suster klinik dikantorku menelpon dan memberitahukan hasil lab ku ”bu selamat yang, ibu positif itu berarti ibu hamil”. ”Alhamdulillah, maksih mbak infonya.” Dengan senyum semeringah kututup telepon dan langsung memberitahukan kabar berita ini ke suamiku.

”Akhirnya raihan punya adik juga” gumanku, karena anak pertamaku sudah 6 tahun menanti adik dan dia selalu bertanya kapan Mi, abang punya adik J

 

hhh… rasanya itu seperti masih kemarin saja, Aku menangis kembali dan masih belum percaya, yah…janin ku yang minggu lalu berkembang 8 milli , tiba-tiba tidak mengalami perkembangan sama sekali.

 

Suamiku berusaha menghiburku ,”Mi…kalau kamu nangis terus kayak begitu itu malah membuat bayi kita tambah sedih.” Aku memang sedih karena sudah 6 tahun kunantikan anak keduaku dan aku memang ingin punya anak banyak, untuk menjadi penerusku.

 

            Kuhapus airmataku sambil beroptimis bahwa dokter bukanlah Allah dan dokter bisa saja salah & aku tak mau menyerah. Disela kesedihankupun abinya raihan tetap tenang dan terus menghibur ,”Mi udah ya…jangan nagis lagi , nanti kita cari solusinya.

 

            Esok hari akupun bangun dengan optimis, aku pun mula tanya-tanya siapa kiranya dokter yang mungkin bisa menolongku, akhirnya aku mendapatkan satu nama dokter yang menurut adikku pernah menangani kasus-kasus kehamilan sepertiku.

 

Ah…hatikupun berbunga-bunga, ini adalah kesempatan, ”De…umi gak akan tinggal diam dengan vonis dokter itu, umi akan mempertahankanmu sampai titik darah penghabisan.” gumanku dihati.

 

            Malamnya aku langsung bertemu dengan dokter tersebut, aku gak mengatakan pada dokter itu tentang bakal janinku yang tidak bagus karena takut-takut malah dokter itu kan berkata sama. Dokter Cuma bilah bahwa janinku besarnya 6 milli.

Ah…hatiku tersentak lagi kenapa jadi mengecil ?” gumanku, Cuma…aku tak mau berburuk sangka , terpenting adalah bagaimana anakku bertahan,  dokter pun minta aku mengontrol kandunganku satu bulan lagi.

           

            Selang satu bulan kandunganku baik-baik saja, dan aku datang kedokter itu lagi saat diperiksa ternyata dokter mengatakan hal yang sama dengan dokterku yang dulu. Keputusan dokter ini mebuatku kecut , namun aku tak mau putus asa, dalam hati ku berkata kurasa sebaiknya aku pergi ke dokter lain saja.

           

Tak terasa janinku sudah berumur 15 minggu, aku tetap merasakan kehadiran dia diperutku, kadang aku minta abinya tuk membisikan doa ke janinku, dan kadang aku pun mengajaknya ngobrol.

           

Senin besok aku kan coba dokter kandungan dekat rumahku, berharap masih ada kesempatan untuk dapat dipertahankan ”De…bertahan ya umi tetap mengharapkanmu.

            Senin aku cek kedokter baru, dokter itu Cuma bingun kenapa janinku kecil ya padahal minggu ke-16, oh..mungkin karena ibu haidnya gak teratur jadi saat bisa jadi salah perhitungan. .”masih ada harapan de.” gumanku

 

            Mingu ke-16 dihari rabu aku kerja seperti biasa, sela siang aku sangat kaget karena menemukan flek dan hatikupun langsung penuh gemuruh, ”aduh kenapa ini?”

Ku telephon suamiku dan akupun langsung menuju rumah sakit untuk memeriksakan kandunganku.

 

            Aku diperiksa kembali oleh dokterku yang pertama, dan dia hanya mengatakan,”Feb..janinmu gak berkembang & memang tidak bisa dipertahankan, jadi nanti malam harus dikuret.”

 

            ”Ya Allah aku telah berusaha sekuat tenaga mempertahankannya namun bila ini yang terbaik aku ikhlas ya Allah. Tiada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan dan tidak bisa memberi apa yang Engkau halangi.

 

            Saat itu hatiku lebih tenang aku hanya berkata dalam hati, ”De…umi tahu Allahlah yang memilikimu, Umi bersyukur sudah bisa merasakan kehadiranmu untuk 4 bulan ini, dan Umi yakin ini adalah jalan Allah yang terbaik, umi gak menyesal de’ karna umi telah berusaha semaksimal mungkin dalam mempertahankanmu.

 

            Malam itu operasipun mulai dilakukan , sebelum operasi berlangsung Raihan anakku sempat berkata ”Mi…kok Allah tega ya , adik E’ang diambil.” Abinya tersenyum dan berkata ”Nak..adik E’ang tetap ada kok ,Cuma…tinggalnya aja yang beda, Adik E’ang tinggal di Syurga, dan suatu saat kita pasti ketemu lagi, makanya E’ang harus berbuat baik terus biar bisa masuk Syurga.”

 

            Ya Allah kali ini aku lebih kuat dan lebih ikhlas dengan kepergian anakku ”Safira Nurul Ihza Puspitasari” Begitu abinya menamainya

 

Hikmah dibalik kepergian Safira :

 

”Ciri Orang beriman adalah ketika ditimpa musibah dia bersabar dan ketika diberi kesenangan dia bersyukur”

 

Sungguh saat ini aku punya pendorong kuat untuk lebih termotiviasi memberikan yang terbaik untuk Allah dan saat ini aku merasa dekat dengan Allah.

Safira tinggal di Surga menungguku dengan penuh sabar dan aku tahu untuk bertemu dengan anakku aku harus melewati duri-duri dan jalan terjal. Dan aku harus bisa menaklukan hati pemilik anakku Allah Azza Wajalla. Bukankah Allah berfirman bahwa Allah akan memberikan ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya ?

 

Dan aku yakini Allah akan memberi ganti yang lebih baik.

 

”De …tunggu umi ya, umi pasti menyusulmu & umi janji akan datang dengan umi yang kau banggakan karena umi saat ini dan sampai kapanpun kan berusaha menaklukan hatinya Allah.”

 

Saudaraku yang dirahmati Allah, anak adalah anugrah terindah dalam hidup kita, jadikanlah amanah yang Allah berikan menjadi kesempatan kita untuk membangun generasi terbaik dimata Allah dan Umatnya.

 

Safira secara lahiriah memang pergi, namun safira tetap hadir dihatiku sebagai pembangun jiwa dan penebar semangat untuk menjadi hamba Allah yang terbaik

1 Komentar

  1. iklaskan ya.semoga safira di terima di sisiNya.amin2.seorang ibu siapapun itu past tidak mau kehilangan anaknya.ini kehendak Alloh.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    Maret 2009
    M S S R K J S
        Apr »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Artikel Terbaru