Tiga Penasehat Utama

Sebagai khalifah di muka bumi ini, manusia mendapat tugas melestarikan alam raya ini. Allah telah membekali manusia dengan akal pikiran serta hati untuk tujuan tersebut. Di sisi lain, manusia diberi rintangan berupa godaan dari setan dan nafsu untuk melupakan tugas suci sebagai khalifah.

Bagaimana agar tidak tergoda? Allah menyiapkan untuk kita tiga macam nasihat: Nasihat dari yang bisa diajak bicara, nasihat dari yang tidak bisa bicara, dan nasihat dari yang selalu berbicara.

Nasihat pertama yang bisa diajak bicara adalah Alquran. Semua persoalan hidup dan kehidupan semuanya ada jawaban dalam Alquran, tergantung mau dan tidaknya kita membaca dan memahami isinya.

Nasihat kedua yang selalu mengajak kita bicara adalah alam. Islam mengajarkan kita untuk belajar dari alam. Nilai keseimbangan dan keteraturan yang dilakoni alam merupakan nasihat kepada manusia untuk dicontoh. Matahari tidak pernah bosan menerangi alam ini walaupun banyak manusia yang tidak pernah berterima kasih dengan kehadirannya. Air tetap mengalir walaupun banyak manusia yang merusak alam sekitarnya. Dan, bagaimana alam murka ketika melihat kemungkaran terjadi di mana-mana. ”Katakanlah, ‘berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa’.” (QS Annaml <27>: 69).

Nasihat ketiga yang tidak bisa bicara adalah kematian. Akhir dari perjalanan manusia adalah kehidupan abadi yang diawali dengan kematian. Kematian bukan akhir dari proses kehidupan, tapi merupakan awal dari kehidupan kekal manusia. Rasulullah menganjurkan untuk berziarah ke tempat saudara kita yang meninggal untuk kembali merenungi arti kehidupan. Dengan begitu, kita tidak mudah tergoda dengan kenikmatan semu dunia sehingga melupakan bekal untuk perjalanan panjang yang maha-abadi kelak. ”Katakanlah, ‘sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan’.” (QS Aljumuah <62>: 8)

Si mayit tentu saja tidak bisa diajak berbicara untuk menanyakan sesuatu tentang kehidupan yang sudah dilewatinya atau tentang dahsyatnya kematian yang baru saja dilewatinya. Tapi sebenarnya secara ghaib dia memberikan nasihat kepada kita tentang kehidupan duniawi yang fana ini, dan tentang kebenaran kehidupan akhirat yang mahapanjang dan abadi.

Wallahu a’lam bish-shawab.

1 Komentar

  1. Definitely believe that which you said. Your favorite justification seemed to be
    on the internet the simplest thing to be aware of. I say to you, I certainly
    get annoyed while people think about worries
    that they just don’t know about. You managed to hit the nail upon the top and defined out
    the whole thing without having side-effects , people could
    take a signal. Will likely be back to get more. Thanks


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    April 2009
    M S S R K J S
    « Mar   Mei »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Artikel Terbaru