Masih Pantaskah Kita Mendapatkan Pertolongan Allah ?

Bencana Situ GintungSaat ini kita sedang ditimpa berbagai keprihatinan dan kesulitan yang merupakan “musibah nasional”. Saat ini kita sangat memerlukan pertolongan Allah SWT. Kita makin sadar betapa dhaif (lemah) diri kita dan kian sadar betapa penting pertolongan-Nya. Oleh karena itu, pada saat-saat seperti ini, sebagai Muslim kita tidak boleh lupa, bahwa kita perlu melakukan berbagai langkah dan usaha untuk mendekakan diri kita kepada-NYA.

 

Al-Quran memberikan petunjuk kepada kita, apapun kesulitan, penderitaan, dan kepahitan hidup yang menimpa kita, apakah itu merupakan teguran atas dosa dan kesalahan kta, atau merupakan ujian yang diberikan Allah karena sayang-Nya kepada kita. Kita diperintahkan Allah unuk dapat menyikapinya sesuai dengan petunjuk-petunjuk-Nya.

 

Berulang-ulang Al-Quran berpesan agar kita tidak berputus asa dengan adanya berbagai musibah, kesulitan, dan penderitaan, bagaimanapun dahsyatnya. Kali ini kita berusaha agar tidak berputus asa dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT agar Dia memberikan pertolongan. Namun sudah pantaskah kita menjadi hamba-hamba Allah yang akan ditolong-Nya? Apakah kita sudah menjadi hamba-hamba-Nya yang pantas untuk mendapatkan pertolongan-Nya?

 

Orang-orang yang akan menerima pertolongan adalah mereka yang beriman, memantapkan ibadah shalatnya, siap menginfakkan dan menggunakan serta memanfaatkan anugerah yang iberikan Allah kepada mereka.

 

Saai ini adalah saat yang tepat bagi mereka yang memiliki kekayaan untuk membuktikan diri dengan hartanya itu untuk menolong saudara-saudaranya yang kelaparan. Kepada mereka yang berilmu, kini saatnya untuk memanfaatkan ilmunya untuk menolong sesamanya. Mereka yang memiliki jabatan atau kedudukan, saat ini adalah saat dimana mereka dengan secara ikhlas memanfaatkan segala fasilitas yang ada pada dirinya untuk menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan.

 

Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah 177 Allah menerangkan kriteria orang yang akan mendapatkan sepuluh janji Allah itu. “PERTOLONGAN ALLAH AKAN TURUN KEPADA MEREKA YANG MEMBERIKAN HARTA YANG DICINTAINYA KEPADA KERABATNYA, ANAK-ANAK YATIM, ORANG-ORANG MISKIN, MUSAFIR, DAN ORANG YANG MEMINTA-MINTA, MEMERDEKAKAN HAMBA SAHAYA, MENDIRIKAN SHALAT, MENUNAIKAN ZAKAT, ORANG-ORANG YANG MENEPATI JANJINYA APABILA IA BERJANJI, DAN ORANG-ORANG YANG SABAR DALAM MENERIMA COBAAN DAN PENDERITAAN”.      

 

Dalam ayat lain Allah juga memberikan kriteria orang-orang yang akan mendapatkan pertolongan-Nya, diantaranya:

 

1. Mereka yang siap menginfakkan hartanya setiap saat dalam keadaan apapun, ketika ia memperoleh keuntungan ataupun mendapatkan kerugian;

 

2. Mereka yang mampu mengendalikan emosi dan kemarahannya, melakukan pengendalian diri untuk bersikap arif;

 

 3. Mereka yang selalu siap memaafkan kesalahan orang lain, dalam dirinya tidak pernah tumbuh perasaan dendam dan selalu berusaha menegakkan “amar ma’ruf nahyi munkar”;

 

4. Mereka yang apabila terlanjur berbuat dosa dan salah, mereka sadar bahwa dirinya telah berbuat salah dan ia akui kesalahannya, serta tidak pernah bersilat lidah untuk membla kesalahannya. Ia akui kelemahan dirinya dan kemudian memohon ampun kepada Allah SWT.

 

5. Mereka yang tidak pernah bangga akan dosa yang telah diperbuatnya dan tidak merasa betah di dalam dosa, serta mereka yang sudah siap bangun dipenghujung malam untuk melakukan sujud dan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan beristigfar menghadap Allah SWT.

 

Saat ini kita perlu melakukan gerakan qiyamul lail shalat di penghujung malam. Selain bekerja keras sesuai dengan bidang dan kemampuan yang kita miliki, kitapun perlu menyediakan waktu di penghujung malam untuk melakukan shalat, tobat, dan istigfar (memohon ampun kepada Allah). Kita memohon pertolongan-Nya, supaya kita terbebas dari segala macam musibah dan kesulitan.

 

Kita sadar, tidak ada seorangpun di antara kita yang bebas dari perbuatan dosa dan kesalahan. Oleh karena itu, Rosullulloh SAW memberikan contoh. Meskipun beliau sudah mendapatkan jaminan dari Allah SWT, tetapi beliau beristigfar lebih dari tujuh puluh kali disetiap penghujung malamnya.

 

Maka pantaslah, kita  sekarang ini mengharapkan pertolongan Allah menyediakan untuk bersitigfar, semoga Allah memberikan apa yang dijanjikannya kepada bangsa dan negara kita secepatnya. “Barakallahu li walakum”

 

 

 

 

 

Al-Quran memberikan petunjuk kepada kita, apapun kesulitan, penderitaan, dan kepahitan hidup yang menimpa kita, apakah itu merupakan teguran atas dosa dan kesalahan kta, atau merupakan ujian yang diberikan Allah karena sayang-Nya kepada kita. Kita diperintahkan Allah unuk dapat menyikapinya sesuai dengan petunjuk-petunjuk-Nya.

 

Berulang-ulang Al-Quran berpesan agar kita tidak berputus asa dengan adanya berbagai musibah, kesulitan, dan penderitaan, bagaimanapun dahsyatnya. Kali ini kita berusaha agar tidak berputus asa dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT agar Dia memberikan pertolongan. Namun sudah pantaskah kita menjadi hamba-hamba Allah yang akan ditolong-Nya? Apakah kita sudah menjadi hamba-hamba-Nya yang pantas untuk mendapatkan pertolongan-Nya?

 

Orang-orang yang akan menerima pertolongan adalah mereka yang beriman, memantapkan ibadah shalatnya, siap menginfakkan dan menggunakan serta memanfaatkan anugerah yang iberikan Allah kepada mereka.

 

Saai ini adalah saat yang tepat bagi mereka yang memiliki kekayaan untuk membuktikan diri dengan hartanya itu untuk menolong saudara-saudaranya yang kelaparan. Kepada mereka yang berilmu, kini saatnya untuk memanfaatkan ilmunya untuk menolong sesamanya. Mereka yang memiliki jabatan atau kedudukan, saat ini adalah saat dimana mereka dengan secara ikhlas memanfaatkan segala fasilitas yang ada pada dirinya untuk menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan.

 

Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah 177 Allah menerangkan kriteria orang yang akan mendapatkan sepuluh janji Allah itu. “PERTOLONGAN ALLAH AKAN TURUN KEPADA MEREKA YANG MEMBERIKAN HARTA YANG DICINTAINYA KEPADA KERABATNYA, ANAK-ANAK YATIM, ORANG-ORANG MISKIN, MUSAFIR, DAN ORANG YANG MEMINTA-MINTA, MEMERDEKAKAN HAMBA SAHAYA, MENDIRIKAN SHALAT, MENUNAIKAN ZAKAT, ORANG-ORANG YANG MENEPATI JANJINYA APABILA IA BERJANJI, DAN ORANG-ORANG YANG SABAR DALAM MENERIMA COBAAN DAN PENDERITAAN”.      

 

Dalam ayat lain Allah juga memberikan kriteria orang-orang yang akan mendapatkan pertolongan-Nya, diantaranya:

 

1. Mereka yang siap menginfakkan hartanya setiap saat dalam keadaan apapun, ketika ia memperoleh keuntungan ataupun mendapatkan kerugian;

 

2. Mereka yang mampu mengendalikan emosi dan kemarahannya, melakukan pengendalian diri untuk bersikap arif;

 

 3. Mereka yang selalu siap memaafkan kesalahan orang lain, dalam dirinya tidak pernah tumbuh perasaan dendam dan selalu berusaha menegakkan “amar ma’ruf nahyi munkar”;

 

4. Mereka yang apabila terlanjur berbuat dosa dan salah, mereka sadar bahwa dirinya telah berbuat salah dan ia akui kesalahannya, serta tidak pernah bersilat lidah untuk membla kesalahannya. Ia akui kelemahan dirinya dan kemudian memohon ampun kepada Allah SWT.

 

5. Mereka yang tidak pernah bangga akan dosa yang telah diperbuatnya dan tidak merasa betah di dalam dosa, serta mereka yang sudah siap bangun dipenghujung malam untuk melakukan sujud dan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan beristigfar menghadap Allah SWT.

 

Saat ini kita perlu melakukan gerakan qiyamul lail shalat di penghujung malam. Selain bekerja keras sesuai dengan bidang dan kemampuan yang kita miliki, kitapun perlu menyediakan waktu di penghujung malam untuk melakukan shalat, tobat, dan istigfar (memohon ampun kepada Allah). Kita memohon pertolongan-Nya, supaya kita terbebas dari segala macam musibah dan kesulitan.

 

Kita sadar, tidak ada seorangpun di antara kita yang bebas dari perbuatan dosa dan kesalahan. Oleh karena itu, Rosullulloh SAW memberikan contoh. Meskipun beliau sudah mendapatkan jaminan dari Allah SWT, tetapi beliau beristigfar lebih dari tujuh puluh kali disetiap penghujung malamnya.

 

Maka pantaslah, kita  sekarang ini mengharapkan pertolongan Allah menyediakan untuk bersitigfar, semoga Allah memberikan apa yang dijanjikannya kepada bangsa dan negara kita secepatnya. “Barakallahu li walakum”

Sumber : Dr. KH Miftah Faridl

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    April 2009
    M S S R K J S
    « Mar   Mei »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Artikel Terbaru