AKIBAT DOSA

Ketika manusia melakukan suatu perbuatan, maka ada nilai pahala atau dosa yang akan diperolehnya. Bila ia melakukan sesuatu yang diperintah dan dibenarkan Allah dan Rasul-Nya, maka ia mendapatkan pahala, sedang bila ia melakukan yang sebaliknya, maka ia mendapatkan nilai dosa. Karena itu dosa didefinisikan sebagai perbuatan melakukan sesuatu yang dilarang atau melakukan sesuatu yang melanggar syari’at Islam (Ensiklopedi Hukum Islam, 1:281).  Dengan demkian, suatu perbuatan yang melanggar aqidah, syari’at dan akhlak Islam akan mendapatkan nilai dosa, baik dalam kaitan dengan hubungan dengan Allah maupun dengan sesama makhluk-Nya, yakni manusia, binatang dan lingkungan hidup.

            Ada banyak perbuatan yang secara tersurat disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun hadits sebagai hal yang bernilai dosa. Diantaranya adalah dalil-dalil berikut mengemukakan masalah ini.

Dari Abdullah bin Amr, Nabi Saw bersabda: Dosa-dosa besar adalah syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh jiwa dan sumpah palsu (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, diriwayatkan Dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata: Aku bertanya: Ya Rasulullah, apakah dosa yang paling besar itu?. Beliau menjawab: Jika engkau membuat tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakan kamu. Kemudian apa lagi?. Tanyaku. Beliau menjawab: “jika engkau membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu”. Kemudian apa lagi?, tanyaku. Beliau menjawab: “jika engkau berzina dengan isteri tetanggamu”. Kemudian Allah menurunkan ayat yang membenarkan sabda beliau ini (yakni surat 25:68).

 Dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah Saw bersabda: Jauhilah tujuh dosa besar: mensekutukan Allah, sihir, membunuh orang yang diharamkan Allah, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan perang dan menuduh keji wanita yang baik, lurus dan beriman.

 

AKIBAT BERBUAT  DOSA

 

Perbuatan apapun yang bisa bernilai dosa merupakan sesuatu yang dilarang oleh Allah Swt dan Rasul-Nya, karenanya perbuatan tersebut harus dijauhi, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, Allah Swt berfirman: Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah perbuat (QS 6:120).

Manakala manusia tetap melakukan perbuatan yang bernilai dosa, maka ia akan mendapatkan akibatnya, baik di dunia maupun di akhirat. Akibat tersebut betul-betul akan menimpa dirinya sendiri, cepat atau lambat, Allah berfirman: Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakan untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (QS 4:11). 

Di dalam ayat lain, Allah Swt menegaskan soal ini: Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan (QS 45:15).

            Akibat perbuatan dosa yang dilakukan manusia akan menimpa manusia juga, baik di dunia maupun di akhirat. Akibat-akibat itu perlu kita kaji agar menjadi perhatian sehingga kita tidak menganggap sepele persoalan dosa.

 

1. Menggelisahkan Hati.

            Ketenangan hati merupakan sesuatu yang sangat diperlukan oleh manusia dalam menjalani kehidupannya. Sebagai apapun manusia, kehidupan ini bisa dijalani dengan baik manakala ketenangan batin dimiliki, namun bila ketenangan jiwa tidak dimiliki, tentu saja kehidupan ini tidak bisa dijalani dengan baik. Karena itu, sangat berhaya bila pemimpin dan rakyatnya tidak memiliki ketenangan jiwa disebabkan dosa yang dilakukannya. Hal ini karena dosa memang dapat menggelisahkan hati pelakunya yang bisa berakibat pada tindakan-tindakan yang bisa mendatangkan perbuatan dosa berikutnya, Rasulullah bersabda: Dosa adalah sesuatu yang menggelisahkan dalam hati seseorang, sedangkan ia tidak setuju kalau hal itu diketahui oleh orang lain (HR. Ahmad).

            Manakala hal itu yang terjadi, maka sebuah negeri dapat dikatakan dengan negeri penuh dosa yang tidak mungkin bisa dicapai kebahagiaan dan ketenangan hidup bisa diperoleh di negeri tersebut.

2. Terjadi Bencana Alam

Di dunia ini seringkali terjadi bencana alam mulai dari kemarau yang terlalu panjang hingga masyarakat kesulitan air, gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor, banjir, kebakaran, angin kencang dan sebagainya. Hal itu jangan kita anggap sebagai peristiwa alam biasa, tapi pada hakikatnya ada kaitannya dengan dosa yang dilakukan oleh manusia sehingga Allah Swt menunjukkan kemurkaan-Nya. Allah Swt berfirman yang artinya: Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri (QS 29:40).

Terjadinya berbagai bencana alam pada hakikatnya adalah untuk mengingatkan manusia agar menyadari kesalahannya sehingga mereka mau kembali ke jalan Allah yang benar, Allah Swt berfirman yang artinya: Telah nampak kerusakan dio darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS 30:41).

3. Pertentangan Antar Manusia.

Dosa yang dilaklukan oleh manusia ternyata bisa menimbulkan konflik diantara sesama mereka, bahkan hingga terjadi tindakan-tindakan yang ganas, antar satu dengan lainnya, sesuatu yang semula tidak kita duga sama sekali. Hal ini karena orang yang berbuat dosa meskipun ia tahu bahwa ia telah berbuat salah, tetap saja ia tidak mau mengakui kesalahannya, maka orang yang menganggapnya telah berbuat salah dan dosa akan dipermasalahkan sehingga terjadilah konflik yang tidak sedikit melahirkan tindakan-tindakan yang sadis. Karena itu, bila di suatu negeri muncul apalagi sering terjadi konflik, baik antar masyarakat maupun para pemimpinnya, salah satu yang harus kita teliti adalah dosa apa yang mereka lakukan sehingga mereka saling berselisih. Hal ini terdapat di dalam firman-Nya yang artinya: Katakanlah: Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, betapa kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (QS 6:65).

4.Mendapatkan Kemurungan dan Ketakutan Di Akhirat.

Dalam rangkaian peristiwa pada hari kiamat, ada saat dimana manusia akan menunggu keputusan Allah Swt, apakah ia akan dimasukkan ke dalam surga atau ke neraka. Bagi orang yang banyak beramal shaleh dengan membawa pahala yang banyak, tentu akan tenang-tenang saja menghadapi situasi itu, bahkan dari raut wajahnya nampak kegembiraan karena ia yakin akan keputusan Allah yang menggembirakan dirinya, yakni dimasukkan ke dalam surga. Tapi bagi orang yang berbuat dosa dalam hidupnya di dunia, apalagi dosa-dosa besar yang dibawanya, maka ia sangat murung dan takut dalam menghadapi keputusan Allah terhadap dirinya apalagi memang tidak mungkin rasanya bila ia masuk ke dalam surga karena dalam kehidupan yang dijalaninya, ia selalu berpaling dari nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an, Allah Swt berfirman: Barangsiapa berpaling dari Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat, mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat, (yaitu) di hari (yang waktu itu) ditiup sangkakala  dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram (QS 20:100-102). 

             Dari uraian di atas, menjadi jelas bagi kita bahwa dosa, apalagi dosa-dosa besar  tidak hanya akan menyengsarakan kehidupan manusia di akhirat nanti, tapi juga di dunia ini. Dunia yang begini luas akan terasa menjadi sempit, sedangkan manusia begini banyak terasa menjadi sepi. Adapun pahala, akan membawa kesenangan hidup bagi manusia, tidak hanya di dunia ini saja tapi juga di akhirat nanti, suatu tempat yang seharusnya menjadi tujuan setiap orang.

 

Sumber : Drs. H. Ahmad Yani

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    April 2009
    M S S R K J S
    « Mar   Mei »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Artikel Terbaru