Menjadi WIL untuk Suami Sendiri

 Weekend ini saya habiskan untuk berkumpul dengan teman-teman masa sekolah. Walaupun hanya lima orang perempuan, tapi ramainya seperti ada tiga puluh orang saja. Maklum, selain sudah lama tidak bertemu, kami dulu memang termasuk para perempuan yang paling cerewet di sekolah.

Pertemuan kami diawali dengan keceriaan, saling menanyakan kabar dan melepas kangen, setelah beberapa lama tidak bertemu. Lalu dilanjutkan dengan makan bersama dan duduk manis di restoran, sambil cerita yang terus berlanjut. Semakin lama cerita semakin masuk ke hal-hal pribadi, kehidupan rumah tangga, termasuk relasi dan pasangan.

Saat itu, saya lebih banyak mendengarkan berbagai cerita dari keempat teman saya. Sampai satu teman kami tiba-tiba menangis. Dan, dengan “baik hatinya” ketiga teman saya ini menyerahkan Agnes (sebut saja begitu) kepada saya, untuk menghentikan tangisnya.

Usut punya usut, ternyata Agnes merasa tidak dicintai oleh suaminya. Dan, dia selalu curiga suaminya punya WIL (wanita idaman lain). Setelah Agnes bercerita panjang lebar, saya mencoba menyimpulkan ceritanya dan mengatakan ulang kepada Agnes.

“Jadi, kamu mau suami kamu mencintai kamu? Selama ini kamu sudah minta dicintai, tetapi dia tidak mengubris…. Kamu bahkan pernah memelas untuk diperhatikan. Kamu bahkan sering menangis di depannya dan mengatakan kamu merasa tidak dicintai. Kamu putus asa karena apa pun yang kamu lakukan, suami kamu tetap tidak mencintai kamu, dan kamu juga sudah mengatakan itu kepadanya.”

Agnes menjawab dengan tatapan meyalahkan saya, Lha… kan, kamu yang bilang, bahwa saya harus terbuka pada suami atas apa yang saya rasakan…?!”

Saya hanya bisa tersenyum….

Memang benar, kita harus terbuka terhadap pasangan atas perasaan yang kita alami. Tetapi, cara yang digunakan Agnes ini, menurut saya, salah dan bahkan membuat suaminya semakin menjauh serta tidak tahu harus berbuat apa.

Lantas, saya bertanya pada Agnes, Kalau kamu curiga suami kamu punya WIL, menurut kamu, kira-kira WIL seperti apa yang bisa menarik dan membuat suami kamu berpaling padanya?”

Masih dengan wajah sedih, Agnes berpikir sejenak dan menjawab. Mungkin dia perempuan yang menarik secara fisik. Pandai berdandan, orang yang ceria, orang yang bisa membantu pekerjaan suami saya. Orang yang bisa mendengarkan keluhankeluhannya dan bisa membuatnya tertawa. Membuat suami saya merasa nyaman berada di dekatnya, pandai merayu, dan yang pasti dia bisa memuaskan nafsu seksnya! katanya, dengan sedikit jengkel saat mengucapkan kata yang terakhir.

Saya memeluknya dan berbisik di telinga Agnes, Kalau begitu, jadilah WIL untuk suami kamu sendiri.

Agnes menarik tubuhnya dan memandang saya dengan mata melotot. Untuk beberapa, saat dia diam tertegun. Dan mungkin, tibatiba dia mengerti maksud saya. Lalu, dia terseyum dan kembali
memeluk saya. Bahagia rasanya.

Bisa dibayangkan, percakapan selanjutanya adalah, kami bersama-sama mengatur strategi untuk Agnes supaya menjadi WIL bagi suaminya. Kami merencanakan dandanan yang cocok buat Agnes, mencari baju yang membuat dirinya menjadi lebih menarik, dan membeli lingerie. Kami juga membuat daftar kegiatan yang sebaiknya dilakukan Agnes, demi menjaga supaya moodnya tetap dalam keadaan baik. Salah satunya dengan mengikuti kelas dansa dan yoga, menyusun trik seksi untuk making love, dan membuat pertemuan rutin dengan kami untuk bergosip yang positif. Pertemuan hari itu berakhir seru dan asyik. Namun, yang paling membahagiakan, Agnes pulang dengan ceria dan bisa terlihat sangat percaya diri.

Sering kali, kita tidak sadar bahwa saat kita meminta dicintai, kita melakukannya dengan cara yang salah. Jangan harap dengan memelas dan menunjukkan betapa kita menderita, karena tidak dicintai, maka pasangan kita akan dengan senang hati memenuhi kebutuhan kita.

Yang terjadi adalah, saat kita meminta dicintai dan mengungkapkan rasa kecewa terhadap pasangan dengan cara yang salah…. tiba tiba pasangan menjadi semakin jauh. Mengapa? Karena, pasangan kita merasa terpojok dan disalahkan atas perasaan yang terjadi dalam diri kita. Bayangkan saja, apa enak sih disalahkan atas sesuatu yang tidak bisa kita kontrol?

Maksudnya, apa bisa kita mengontrol perasaan orang lain? Apa bisa kita memaksa pasangan untuk mencintai kita? Apa bisa kita memaksa seseorang menyukai kita? Apa bisa memaksa pasangan untuk bahagia? Apa bisa kita bertanggung jawab atas kebahagiaan dan kesedihan seseorang? Jawabannya, sudah pasti tidak bisa!

Kita bisa memaksa pasangan mengatakan I love U. Kita bisa memaksa pasangan memeluk kita. Kita bisa memaksa pasangan menemani kita jalan. Tetapi, soal perasaan dan hati, siapa yang tahu? Mengapa kita tidak melakukan sesuatu agar perubahan terjadi?

Saya sangat suka dengan katakata ini, Perubahan terjadi saat kita mengubah diri kita sendiri. Kita ubah diri kita agar layak dicintai. Kita ubah penampilan kita agar ’enak’ dipandang. Kita ubah sikap kita agar membuat pasangan merasa diterima. Kita bisa memberikan senyum terindah pada pasangan setiap saat. Kita bisa mencintai pasangan dengan tulus tanpa minta balasan. Kita bisa menyiapkan makanan kesukaannya. Kita bisa membelikannya hadiah kejutan. Kita bisa menjadi pendengar terbaik untuk pasangan.

Kita juga bisa memberikan kecupan sayang setiap saat. Kita bisa memberikan pelukan mesra setiap pagi dan malam. Kita bisa mengatakan I love you, bukan Do you love me? Kita bisa membahagiakan diri sendiri terlebih dahulu.

Selamat mencintai dan semoga berbahagia. Salam penuh cinta.[es]

Sumber : Ely Susanti

1 Komentar

  1. mbak.. izin share ya🙂


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    April 2009
    M S S R K J S
    « Mar   Mei »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Artikel Terbaru