MASIH ADAKAH PEREMPUAN SHALEHAH ?

Sebagian dari kaum feminis yang selalu mengatasnamakan emansipasi dan perjuangan hak-hak perempuan mempunyai anggapan sebagai berikut :
1. Menonton sinetron di tv lebih baik dari sembahyang, sebab dalam menonton ada khusyu’nya sedang dalam sembahyang susah mencari khusyu’.
2. Dansa lebih baik dari puasa, karena dalam dansa terdapat didikan menjaga nafsu syahwat yang lebih hebat dari puasa, dan lagi dalam dansa terdapat percampuran bebas antara suami-suami dengan  perempuan yang bukan mahramnya sedang puasa hanya menyendiri.
3. Membuka ‘aurat atau berpakaian setengah telanjang atau tipis adalah lebih baik dan sehat dari berpakaian yang dapat menutup ‘aurat, karena berpakaian seperti cara pertama mendapat udara  straat, sedang yang kedua tidak.
4. Menghiasi jalan raya dengan mundar mandir dan menjadi alat penarik perhatian umum, lebih baik  dari pada menghiasi rumah tangga, karena jalan raya untuk kepentingan umum, sedang rumah  tangga untuk sekeluarga saja.
5. Lembaga pernikahan hanyalah penjara bagi perempuan.
6. Dan lain-lain anggapan lagi yang gila-gila dan model sekarang.
      

Benarkah, perempuan sekarang tidak ada yang shaleh. Perkataan begitu saya katakan, salah dan

tidak benar. Yang sebenarnya, perempuan sekarang masi ada yang shaleh, tetapi kalau dibandingkan dengan yang tidak shaleh itu ada lebih banyak dari yang shaleh. Ini kalau diukur menurut ukuran Islam dan kesopanan, bukan menurut perasaan, anggapan atau kesukaan.

Nama shaleh itu terbitnya dari Agama, maka dalam Agama juga hendaknya dicari keterangannya Apabila anggapan diatas semua dibenarkan perempuan maka bukan lagi boleh dikatakan tidak ada yang shalehah, tetapi sangat patut kalau kita katakan, semua mereka itu menjadi umpan jahannam :  ahannam dunia dan jahannam akherat.

 Perempuan shaleh yang dimaksud oleh Agama. Dalam Surat An-Nisa’ ayat 33 Allah berfirman :
   “Perempuan-perempuan yang shaleh itu ialah yang tha’at menjaga kehormatan diri dan  harta  suaminya di waktu suaminya tidak ada di rumah sebagaimana Allah pelihara mereka”.

 Ayat ini menunjukkan adanya perempuan shaleh; dengan ini tertolak anggapan orang yangmengatakan, tidak ada perempuan yang shaleh. Sifat-sifatnya hanya dua, yaitu tha’at dan menjagakehormatan.

Tha’at artinya menurut perintah yang benar dan baik serta tidak berlawanan dengan perintah  Agama. 

Tidak dinamakan tha’at kalau menurut perintah yang tidak benar dan yang jahat serta   berlawanan  dengan perintah Agama Tha’at kepada suami maksudnya :

 * mendahulukan segala perintahnya dari pada keperluan diri sendiri atau lainnya.

 * Menjaga kehormatan ada beberapa macam. Menjaga kehormatan diri sendiri ketika suami tidak ada di rumah. Jangan suami tidak di rumah perempuan tidak di rumah. Tidak boleh ia main pat-pat-gulipat, yakni secepat suaminya ke luar kerja secepat itu juga ia lompat bertandang atau pelesir dengan tidak tahu dan tidak mendapat izin suami.

 * Menjaga diri dari segala noda dan kecemaran. Termasuk juga dalam bahagian ini memelihara harta suami. Dijaganya baik-baik supaya hartanya terpelihara dan tidak hilang atau  dicuri orang. Jangan baru saja suami pergi mandi, si isteri terus saja menerjang saku baju

     suaminya, digasaknya uang yang ada di dompetnya. Atau suaminya pergi berusaha si isteri terus kirimkan harta benda dan hak milik suaminya kepada keluarganya dengan tidak setahu suaminya.

Boleh mengambil uang belanja dari saku suami, kalau si suami bakhil, pelit dan kikir, tidak memenuhi kewajiban terhadap isteri dan sering mengetatkan uang belanja rumah sebagaimana Hindun pernah curi uang suaminya, Abu Sufyan, lantaran bakhilnya dalam keperluan rumah tangga. Perempuan yang suka mengintip-ngintip saku baju suami padahal belanja hari-hari diberikan cukup, hanya thama’nya saja kepada harta; maka adalah sifatnya itu sebagai kucing ‘dapur yang suka mencuri  daging di waktu nyonya rumah lengah padahal ma-kan diberikan cukup.

 Ayat di atas tadi ditafsirkan oleh hadits Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarier dari Abi Hurairoh.
Sabda Nabi s.a.w

“Sebaik-baik isteri ialah perempuan yang apabila engkau lihat dia,menyenangkanmu; apabila engkau suruh. ia tha’at kepadamu; dan apabila engkau ghaib dari padanya ia pelihara dirinya dan hartamu”.

 Dengan Hadits ini lebih terang lagi kepada kita sifat-sifat perempuan shaleh itu. Perempuan yang dilihat oleh suaminya lantar merengut dan masam dengan tidak bersalah, kalau di suruh yang baik ia membantah dan tidak mau menurut, kalau suaminya tidak ada di rumah ia pun tidak di rumah, maka perempuan yang begini sifatnya dengan sendirinya ke luar dari bilangan perempuan yang shaleh.

 Dari diriwayatkan oleh Imanr Ahmad dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, bahwa Nabi s.a.w. bersabda :

 “Apabila seorang perempuan sembahyang lima waktunya, puasa sebulan Ramadhannya, memelihara kehormatannya dan tha’at kepada suaminya, niscaya dikatakan kepadanya “Masuklah engkau ke dalam syurga dari pintu mana saja yang engkau sukai”.

Ada pula yang mengartikan Qaanit itu tenteram, yakni tidak gelisah, tidak ribut, tidak membikin onar dalam rumah tangga suami, begitu juga ia di luarnya. Yang sangat penting dipelihara oleh_seorang perempuan, ialah rahasianya yang terjadi dengan suaminya, yang tidak patut diketahui oleh orang lain; Sebagaimana si suami wajib memelihara rahasia itu maka isteri pun demikian juga.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abi Sa’id Al-Khudari, telah bersabda Rasulullah s.a.w.
“Sesungguhnya sejahat-jahat pangkat manusia pada sisi Allah di hari Qiamat ialah seorang suami membuka rahasia kepada isterinya dan isterinya membuka rahasia kepada suaminya, kemudian salah seorang dari keduanya membuka rahasia kawannya itu “.
Di lain tempat dikatakan oleh Nabi :
“Sebesar-besar kehinaan pada sisi Allah …….. Kalau seorang perempuan hendak menjadi perempuan shaleh, cukup baginya mempelajari abad-abad Al-Qur’an kemudian dijalankan menurut sebagaimana mestinya. Peradaban yang terdapat dalam Qur’an itu, lebih tinggi dari semua peradaban dan kesopanan dan akan sesuai digunakan untuk segala bangsa, di tiap-tiap tempat dan di segala masa.

 Terus masih adakah perempuan seperti Siti Hajar, Siti Sarah, Siti Asiah yang merupakan Wanita Tauladan bagi umat.  (Masbi)

 

Insya Allah kita termasuk dalam golongan wanita sholehah …. aaamiin

Sumber : Miranda

2 Komentar

  1. Insya Alla sich istri saya (yg mdh2an anak2 perempuan saya) masuk kategori Shalihah. Tp memang bukanlah suatu yang mengada-ada kalau sinyalemen bahwa “sangat banyak” wanita masa kini yang “hancur lebur” karena mungkin mereka meyakini&memakai paradigma emansipasi wanita yang amat sangat salah kaprah………….
    Tp jujur saja, saya melihat secara langsung, dan merasa ngeriiiiii……….. (kadang2 merasa tergoda juga sich…. hehehe……………. itu mungkin yg disebut syeitan berwujud manusia wanita). Na’u zubillah min zaliq

  2. perasaan apa yang ada dalam benak mereka ( yang bertolak dengan wanita shalehah ), sehingga mereka dengan bangga melakukan hal-hal yang di larang agama, bukankah itu malah membawa mereka pada kenistaan di jalur agama, di lingkungan tempat tinggalnya bahkan ayah dan bundanya…sampai sekarang saya takut menikah, takut mendapat jodoh bukan wanita shaleh…jawaban apa yang harus saya berikan pada malaikat nanti?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    Mei 2009
    M S S R K J S
    « Apr   Jun »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Artikel Terbaru