DAKWAH DENGAN HATI

Khalifah Harun Al Rasyid sedang mengajarkan tentang prinsip-prinsip dan kaidah nahi munkar terhadap penguasa / pejabat.

 

Suatu ketika, ada seorang dai yang tidak mengetahui sedikitpun tentang prinsip-prinsip tersebut mendatangi khalifah dengan kata-kata yang keras dan kasar. Meskipun Khalifah Harun Al Rasyid menyenangi para ulama dan sering duduk-duduk bersama sambil mendengarkan nasihat mereka, namun lain hal nya dengan yang satu ini.

 

Khalifah Harun Al Rasyid berkata kepadanya, ”Cobalah engkau berbicara dengan baik kepadaku!” dan dai itu menjawab, ”Itu adalah yang paling minimal bagimu!”

 

”Cobalah beritahu kepadaku siapa yang lebih jahat, aku atau Firaun?” tanya sang Kholifah Harun Ar Rasyid. Maka seketika dai tersebut menjawab, ”Firaun!”

 

”Siapakah yang lebih baik, engkau atau kah Musa bin Imran?” tanya sang khalifah Harun Ar Rasyid lagi. Maka seketika dai tersebut menjawab, ”Musa!”

 

”Apakah engkau tidak tahu ketika Allah SWT mengutus Musa dan saudaranya Harun kepada Firaun? Allah berfirman,”Maka bicaralah kamu berdua kepadanya dengan perkataan yang lemah lembut. Mudah-mudahan ia ingat atau takut!”

 

”Ya aku tahu!” jawab sang dai.

 

”Itu adalah Firaun yang penuh dengan kesombongan dan kedzaliman, sementara engkau datang kepadaku dengan keadaan begitu. Aku melaksanakan kewajiban-kewajibanku kepada Allah. Aku hanya menyembah Allah. Aku menaati hukum-hukum, perintah, dan larangan Nya, sedangkan engkau menasihati ku dengan nada yang keras dan kata-kata yang kasar tanpa tata krama dan akhlak. Engkau tidak akan aman dan selamat jika aku menangkap mu. Dan jika engkau telah menawarkan jiwa mu, berarti engkau sudah tidak memerlukannya lagi.”

 

”Aku telah bersalah padamu wahai Amirul Mukminin dan aku minta maaf!” pinta sang dai.

 

Demikianlah, kisah ini mengajarkan kita semua tentang bagaimana cara berdakwah dan menyampaikan. Yaitu harus menghindari cara-cara yang keras dan sebaliknya harus menggunakan cara-cara yang bijak dan lembut, sesuai dengan karakteristik objek dakwah.

 

”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah (yakni perkataan yang tegas dan bear yang dapat membedakan antara yang hak dan yang bathil) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (pula).”

QS An Nahl : 125

Tim Syiar Indosat

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    Mei 2009
    M S S R K J S
    « Apr   Jun »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Artikel Terbaru