PLEASE,JERUMUSKAN AKU KE SURGA

Ada beberapa kisah di seputar kita yang jika kita hati-hati dengan kebeningan hati membacanya, banyak meninggalkan hikmah. Kisah-kisah seputar bagaimana orang-orang terdekat di lingkungan kita yang menjadi lebih baik hidupnya, lebih lurus jalan yang ditempuhnya, lebih tinggi komitmen ke-Islamannya, dari peristiwa yang tak terduga dan terjadi begitu alamiah.

Dan memang hidup ini bukan sinetron atau aksi film Hollywood. Seringkali kita berharap titik balik dalam hidup kita ini terjadi dengan begitu dramatisnya, penuh deru, debu dan darah. Lalu perisitiwanya ditingkahi hujan deras, slow motion dan iringan orkestrasi music yang pelan tapi pasti temponya menaik cepat.

Barangkali karena logika ‘film’ dan ‘sinetron’ inilah sebagai akibat terlalu sering menikmati dan dijejali suguhan itu setiap hari, maka ada seseorang yang merasa yang tidak harus berpindah dari kebiasaan buruknya kepada hal-hal baik dalam hidupnya padahal telah begitu banyak datang peringatan yang halus, nasihat bahkan tamparan yang begitu kerasnya.

Guess why ?

Karena menurut referensi yang ada pada dirinya, dorongan untuk berubah, titik balik dalam hidupnya haruslah demikian besar dan ‘sempurna’, dramatis seperti film dan sinetron. Ia perlu dramatisasi dan orkestrasi, jatuh tersungkur di tanah dan bebatuan, lalu pingsan. Kemudian seorang tua bijak diam-diam memapah dan menolongnya. Si kakek kemudian memasukkan seseorang ini ke rumahnya yang sederhana di pinggir desa, lalu merawat dan membuatnya sadar dari pingsan. Kakek ini menasihatinya tentang hakikat kehidupan dan nilai-nilai kebaikan sembari setiap pagi membalurkan ramu-ramuan di kaki kanan si pemuda yang terluka…Setelah 1 bulan lamanya, si pemuda mengalami reborn, ia jadi manusia baru yang sempurna.

Begitulah. Familiar ? Karena alur yang sama kita lihat setiap hari di sinetron dan film yang kita tonton. Atau kita baca. Misalnya di buku Three Cups of Tea, kisah nyata karya Greg Mortenson.

Mortenson tersesat saat pendakian ke gunung K2 (Karakoram)– gunung yang tak setinggi Himalaya tapi dikenal sebagai gunung yang paling berbahaya, lalu bertemu sebuah suku Korphe di Pakistan, kemudian dirawat dan dibimbing seorang tua – kepala suku Korphe bernama Haji Ali, lalu dia keluar dengan sebuah kesadaran nilai universal baru yang bernama kemanusiaan dan komitmen terhadap pendidikan. Orang ini bertransformasi, karena berguru kepada alam, tepat di tengah kehidupan pemberontak suku Taliban.

Lalu kembali lagi ke seputar kita. Ada banyajk kisah lain.

Ada seseorang yang ‘dijebak’ untuk aktif di sebuah pengajian dengan jalan sederhana. Ia satu-satunya orang di lingkungan RT yang bisa mengoperasikan sound system. Lalu ia ‘dipaksa’ terlibat pada pengajian pertama. Dua hingga tiga kali pengajian berikutnya ia ‘dijerumuskan’ lagi oleh rekan-rekannya. Di pertemuan ta’lim ke-lima ia tak lagi perlu jebakan itu. Ia datang dengan semangat sendiri, tetap membantu mengoperasikan sound system, selain itu ia juga sibuk mencatat dan menggali ilmu agama. Kemudian dari situlah ia kemudian menjadi hamba Allah yang terus memperbaiki diri. Bahkan ia menjadi penggiat dakwah dan berkorban menginfakkan ilmu dan komitmen-nya untuk menegakkan kebenaran.

Ada seorang yang ‘dijerumuskan’ meninggalkan pacaran yang banyak mudharatnya dan berhijrah segera berumah tangga, oleh rekan kerja satu ruangannya. Awalnya dari email ‘nyasar’ tentang resume buku yang berjudul “Indahnya Pacaran Setelah Menikah”. Lalu berlanjut dengan beberapa diskusi ringan dengan ‘si pengirim email nyasar’ dan dialog dengan seorang ustadz. Setelah itu dilanjut proses Ta’aruf dan seterusnya sehingga ia menikah. Ia telah ‘menyelamatkan’ beberapa tahun usianya dalam ketaatan ibadah bersuami-istri dari kesia-siaan hubungan yang bernama pacaran.

Demikian juga banyak ‘seseorang’ lain dalam banyak ‘perubahan’ lain. Ada yang dari awalnya kikir menjadi sangat dermawan, tidak menegakkan shalat menjadi gemar shalat berjamaah, tak pernah shalat shubuh tepat waktu menjadi bangun sebelum adzan shubuh untuk menunaikan beberapa rakaat shalat malam, dari mengumbar aurat menjadi menutupnya rapat dalam hijab / jilbab.

 Semuanya sangat alamiah. Tidak ada loncatan dan peristiwa besar. Bahkan tak pernah diduga perubahannya. Dan banyak yang berawal dari ‘jebakan’ dan ‘penjerumusan’. Penjerumusan ke jalan menuju surga, insha Allah.

 Sungguh kita mengharap-harap untuk selalu bertemu dengan situasi ini. Namun kita perlu menjalani prasyarat :

–          Kita perlu bening hati. Karena hati yang bening yang bisa menangkap perbedaan antara “ajakan lembut menuju maksiat” dengan “dorongan dan paksaan menuju kebaikan”. Caranya adalah dengan menjaga kepekaan qolbu kita dengan banyak berdzikir dan sering-sering menginstall ulang software, LIFE MANUAL dan GPS hidup kita. Ialah Al-Quran.

–          Berdoa agar kita selalu mendapat hidayah dari Allah untuk menjadi lebih baik lagi dalam aqidah dan amaliah dengan berbagai macam jalan peringatan, ajakan dan nasihat dalam berbagai bentuk dan medium.

–          Kita perlu teman dan lingkungan yang baik dan sholih yang bisa terus saling menasihati dalam sabar, kebaikan dan kasih saying. Ketahuilah pada generasi sahabat R.A, mereka cukup diperingatkan dengan satu kata “ITTAQILLAH” (ingatlah kepada Allah SWT) oleh sahabatnya yang lain. Maka itu telah cukup untuk meluruskannya dari sebuah kesalahan atau ketidaksesuaian.

Saudaraku, itu semua karena kita tidak ingin dibelai-belai dan disayang, lalu masuk neraka.Naudzubillahi mindzalik.

 Kita ingin dijerumuskan, bahkan jika perlu ditendang yang membut kita mencelat begitu jauhya, asalkan masuk surga.

 

Jannah, yang mengalir dibawahnya sungai-sungai dari madu, susu dan khamr yang kita halal meminumnya. Sesungguhnya itulah setinggi-tingginya cita-cita.

 

Tim Syiar – Sarana Kerohanian Islam Indosat

1 Komentar

  1. So many times I have aimed to actually do exactly what you write about.
    Really have to give this task a number of additional efforts prior to I
    actually give up. YOLO

    Appreciate your sharing a great write-up , I truly liked the read!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    Mei 2009
    M S S R K J S
    « Apr   Jun »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Artikel Terbaru