Keuntungan Hidup Bersahaja

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, Allahuma shalli ‘ala Muhammad wa’ala aalihi washahbihii ajmai’iin. Saudaraku yang baik, satu hal yang harus kita hindari adalah merasa kaya dengan apa yang kita miliki dan merasa cukup dengan karunia Allah. Lalu apa yang harus ada pada diri kita? Yang harus ada adalah merasa kaya dengan apa yang Allah jaminkan kepada kita. Mengapa demikian? Karena tidak sedikit orang yang sebenarnya memiliki pribadi miskin tetapi merasa kaya dengan tabungan yang dipunyai, merasa kaya dengan hartanya, atau merasa kaya dengan rumahnya yang megah.

Ciri-ciri orang yang mempunyai kekayaan dunia tetapi mempunyai kepribadian miskin adalah selalu mengambil sesuatu dari sana-sini tanpa peduli halal atau haram karena merasa miskin. Dia relakan dirinya terhina dengan mencuri uang orang lain atau mengambil kekayaan orang lain.

Orang yang kaya itu bukan yang banyak uangnya tetapi orang yang sedikit kebutuhannya. Ketahuilah orang yang tidak bersahaja dalam hidupnya akan sangat banyak pula kebutuhan dan pengeluarannya, akibatnya biaya untuk shadaqoh menjadi sedikit, biaya untuk menabung menjadi terbatas. Yang dia lakukan terus menerus memuaskan dirinya dengan mengganti perhiasan, mengganti mobil, ataupun mengganti sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.

Sebenarnya tidak dilarang untuk menggganti rumah, tapi yang kita butuhkan adalah orang yang punya harta yang berlebih untuk bisa dinafkahkan kepada saudara yang membutuhkan. Bersahaja itu bukan berarti sederhana tetapi menafkahkan harta dengan tidak berlebihan untuk memuaskan nafsunya dan juga tidak kikir dalam berbuat kebaikan.

Apakah sebenarnya keuntungan jika kita terbiasa bersahaja dalam hidup:

1. Tidak diperbudak oleh keinginan pamer. Kita tahu, jika suatu barang semakin bagus, semakin keren dan semakin bermerek kadang-kadang akan cenderung pamer. Sedangkan untuk pamer itu akan membuat kita tersiksa, bukankah ingin dilihat orang lain itu membuat diri kita tersiksa ? bukan tidak boleh memiliki barang yang bagus, tapi apalah artinya bagus tapi memperbudak diri kita.

2. Meminimalisir pengeluaran. Makin mahal suatu barang maka biaya perawatannya pun akan semakin mahal pula. Tapi kalau kita bersahaja Insya Allah biaya akan bisa ditekan. Selain itu kalau kita biasa bersahaja kita tidak akan membuat orang lain iri atau kotor hati. Apalagi kalau dia bersahaja dan mampu menahan dirinya untuk tidak pamer. Oleh karena itu jika kita membeli sesuatu yang baru harus disesuaikan keperluannya, artinya jika membeli sesuatu yang baru harus proporsional antara keperluan dan kemampuan. Wallahu a’lam (aep/and

Sumber: Manajemen Qolbu Online [Kajian Bening Hati – Manajemen Diri]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    Juni 2009
    M S S R K J S
    « Mei   Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Artikel Terbaru