Prioritas Utama Rumah Tangga Cinta (Hanya) Kepada Allah

Mereka yang berteman satu sama lain karena Aku. berhak memperoleh cinta –Ku dan mereka yang saling membantu antara sesamanya karena Akuberhak memperoleh cinta-Ku… (H.R. Thabrani)”

ManajemenQolbu.Com : Subhanallah, alangkah indahnya kalau seorang  suami berani berkata kepada istrinya,seperti berikut ini : ”Wahai 
istriku, janganlah engkau terlampau mencintaiku. Aku hanyalah sekedar makhluk yang tiada daya dan upaya. Aku tidak akan pernah bisa 
membelamu
, kecuali kalau Allah mengaruniakan kekuatan kepadaku. Aku  tidak akan pernah mampu memberi nafkah kepadamu walau satu rupiah
kecuali kalau Allah menitipkan rizki kepadakuCintailah Allah pemilik alam semesta ini. Sekiranya Allah mencintaimu, maka niscaya Dia akan memelihara dirimu walaupun aku jauh darimu. Sekiranya Allah menyayangimu, maka Dia pasti akan membela dan mencukupimu walaupun aku tidak berdaya untuk membela dan mencukupimu. Cintailah aku sekedar apa yang diperintahkan Allah kepadaku.” 
Inilah sesungguhnya cerminan dari laa hubba illallaah. Betapa teramat mulianya rumah tangga yang menjadi kan cinta kepada Allah Azza wa 
Jalla
sebagai prioritas utama motivasinya membangun keluarga. Betapa tidak! Rumah Tangga yang bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kesanggupannya untuk tidak mencintai apa dan siapa pun, kecuali hanya Allah, niscaya akan merasakan lezatnya dekat dan bertatapan dengan Dia yang memiliki sifat
RahmanRahim .

Seorang istri yang hanya mencintai Allah, dia berbakti kepada suami bukan agar suami mencintainya. Tidak heran kalau dia mampu menunjukkan 
bakti
dan kesetiaannya kepada sang suami dengan begitu tulus. Manakala suami pulang dari kantor atau dari bepergian, dia akan senantiasa 
menyambutnya
dengan hati yang indah, yang tersemburat dari wajah dan penampilan yang sedap dipandang mata sang suami
Demikian pun ketika suami berangkat dari rumah, ia akan menghantarnya dengan hati dan tatapan yang tidak diselimuti kekhawatiran, apalagi 
kecurigaan
. Sementara dirinya yang tinggal di rumah pun mampu menjaga diri dan harat suaminya dengan sebaik-biknya. Kalau berkata-kata, lisan 
sang
istri akan senantiasa terjaga. Sekali-kali tidak akan pernah terlontar sepatah kata pun yang bisa membuat hati suami susah atau terluka. (smile.)[mq]***

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    Juni 2009
    M S S R K J S
    « Mei   Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Artikel Terbaru