DEBAT CAWAPRES “AGAMA DAN POLITIK”

Dear All, sempet nonton gak kemarin debat cawapres saat menanggapi masalah bagaimana pendapat Anda tentang Agama dan Politik

Jawaban :

1. Budiono

Agama diatas politik

2. Wiranto

Agama harus bersama politik

3. Prabowo

Agama terpisah dari politik

Aduh mak …masak menjawab gini ajah gak ada yang sama alias gak singkron ,sorry ya ini sebenarnya mengukur sejauh mana mereka mengerti mengenai kedalaman agama para Cawapres kita yang Nota Bene Islam

Nah saya mengutip dari Era Muslim mengenai Politik dalam pandangan Islam

Pertanyaan :

Apakah Landasan Syar’i Kita Boleh Berpolitik?

Asaalaamu”alaiku, Ustadz.

Saya mau tanya, apakah ada dalil yang menyatakan kita boleh berpolitik? Jika ada, apakah ada adab-adab yang harus dipenuhi. Jazakallah.

Wassalaamu”alaikum,

Jawaban :

Assalamu ”alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebelum menjawab pertanyaan ini, seharusnya dijawab dulu pertanyaan yang sebelumnya, “Adakah landasan syar”i dari haramnya berpolitik?”

Mungkin titik pangkalnya adalah dalam batasan istilah politik itu sendiri. Di mana sebagian orang memandang politik dalam arti yang terlalu sempit serta cenderung menampilkan politik dalam wajah negatifnya. Seperti keculasan, penindasan, perebutan kekuasaan, pembunuhan, perang dan ceceran darah.

Politik dalam arti sempit dan wajah negatif ini seringkali muncul menjadi icon yang mewakili pengertian kata istilah politik. Padahal ini hanyalah sebuah aliran dan pemahaman subjektif dari Machiavelli yang termasyhur dengan nasihatnya, bahwa seorang penguasa yang ingin tetap berkuasa dan memperkuat kekuasaannya haruslah menggunakan tipu muslihat, licik dan dusta, digabung dengan penggunaan kekejaman penggunaan kekuatan.

Tentu saja politik dalam konsep si Machivelli itu bukan sekedar diharamkan dalam syariat Islam, tetapi juga dikutuk. Bahkan turunnya syariat Islam itu salah satu perannya untuk membasmi konsep politik si terkutuk dariItalia itu.

Politik dalam pengertian si pembuat onar ini juga dikutuk oleh semua orang dan dianggap selaku bajingan tak bermoral. Hanya para bajingan yang tak bermoral saja yang memuji konsepnya itu. Para diktator dunia seperti Hitler, Musolini, Lenin, Stalin, Bush, Blair dan orang-orang sejenisnya, bisa dimasukkan dalam kelompok para pemuja ide-ide syetan muntahan dari mulut Machiavelli.

Para Nabi dan Shahabat Adalah Politikus yang Benar

Namun kalau kita kembalikan pengertian politik dalam arti luas dan positif, di mana politik pada dasarnya adalah sebuah sistem untuk mengatur masyarakat atau negara dengan tujuan demi kemashlahatan umat manusia, tentu saja politik itu mulia.

Bahkan sejak masa awal manusia diturunkan ke muka bumi dengan dikawal oleh para nabi dan rasul, tugas utama syariah adalah mengatur kehidupan masyarakat dan negara. Dan itu adalah politik. Tapi bukan versi Machiavelli, melainkan versi langit alias versi syariah.

Maka bisa kita sebutkan bahwa menjalankan politik yang benar itu bukan hanya boleh, tetapi wajib bahkan menjadi inti tujuan risalah. Untuk mengatur politik-lah para nabi dan rasul diutus ke muka bumi, selain mengajarkan ritual peribadatan.

Diplomasi dengan Penguasa Zalim

Dalam realitasnya, ternyata para nabi dan Rasul pun bukan hidup di dalam hutan jauh dari politik kotor. Justru mereka berhadapan langsung –face to face– dengan para pelaku politik jahat. Bukankah Allah SWT memerintahkan kepada Musa untuk mendatangi Fir”aun?

Pergilah kepada Fir”aun; sesungguhnya ia telah melampaui batas.(QS. Thaha: 24)

Bahkan Nabi Musa as. sendiri lahir di dalam istana Fir”aun yang sedang aktif berpolitik kotor. Dan Musa ikut masuk dalam gelanggang politik berhadapan dengan Fir”aun, namun membawa konsep politk langit. Maka begitulah, sebagian besar isi Al-Quran yang bercerita tentang Nabi Musa as, lebihbesar porsinya tentang kisah politik Nabi Musa versus Fir”aun.

Datangnya Musa as berdebat dan berdiplomasi langsung ke istana Fir”aun, bukankah itu tindakan politik?

Perang

Selain Musa as., nyaris semua nabi memang menjadi pimpinan politik umatnya. Mereka tidak mengurung diri di dalam mihrab meninggalkan urusan duniawi, melainkan mereka ikut dalam semua aktifitas membangun bangsa. Bahkan tidak sedikit di antara para nabi itu yang mati lantaran perjuangan mereka dalam masalah politik. Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar.(QS. Ali Imran: 146)

Apakah perang bukan urusan politik?

Mengatur Kekayaan Negara

Nabi Yusuf as. juga seorang politkus yang handal dan sukses menyelamatkan negaranya dari berbagai krisis ekonomi. Bahkan Al-Quran secara nyata mengisahkan bagaimana deal-deal politik Nabi Yusuf as. untuk mengincar jabatan sebagai penguasa masalah logistik negara.

Berkata Yusuf, “Jadikanlah aku bendaharawan negara; sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (QS. Yusuf: 55)

Apakah mengatur logistik dan kekayaan negara bukan urusan politik?

Maka berpolitk yang tujuan dan caranya sesuai dengan misi ilahi, tentu saja hukumnya boleh dan bahkan wajib. Sedangkan berpolitik yang tujuan dan caranya bagai si Machiavelli durjana itu, jelas haram bahkan dilaknat.

Wallahu a”lam bishshawab, wassalamu ”alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Nah sekarang silahkan direnungkan mana jawaban yang menurut Anda cocok dengan ini

Tanpa bermaksud memihak namun sudah sepatutnya kita lebih care mengenai siapa pemimpin kita

5 Komentar

  1. Salam kenal sahabat blogger, join dan populerkan artikel anda di http://www.infogue.com

    http://politik.infogue.com/debat_cawapres_agama_dan_politik

    • Terima kasih , salam kenal juga🙂 tks untuk atensinya

  2. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Duh, namanya debat…kakau jawabannya sama justru jd Kompromi.
    Sudahlah kita lupakan saja kata mereka.
    Moderatornya aja kebingunan.
    Jawabannya gak ada yg cocok.

    • Walaikumussalam bener juga Sih Om kalo namanya Debat , cuma …kayaknya kalau sudah pengetahuan Agama kan sudah ada fiqihnya jadi mestinya jawabannya mengacu kepada agamanya para cawapres yaitu Al Qur’an dan Hadist

  3. Hhmm…..(menyimak)


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    Juni 2009
    M S S R K J S
    « Mei   Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Artikel Terbaru