Apa istimewanya manusia?

Sumber : Notes FB Debyan Haji Prastowo

Manusia itu kalau kita kaji, nilai di segi fisiknya, tidak ada keistimewaan apa2.

Pertama, kelemahan:

Ia mudah terkena berbagai macam penyakit, dari penyakit yg ringan sampai yg kronis. Badannya juga sangat lemah, kalau terantuk mudah luka atau bengkak dan sakit. Mudah letih, lesu. Bahkan kalau makan terlalu banyak badan jadi gemuk dan mendatangkan berbagai macam penyakit. kalau lambat tidur jadi ngantuk diwaktu siang, badan pun jadi lesu. Begitulah lemahnya manusia dan semua ini bisa berpengaruh pada rohaninya, mudah emosi, marah, tersinggung dll.

Kalau tidak dibendung dengan dìdikan islam serta lemah bermujahadah, sifat batin yg negative itu akan merusak orang lain.

Kedua, Apa yg keluar dari badan manusia, semua kotor dan menjijikkan:

1. Air yg keluar dari badan, peluh, baunya masam.

2. Yg keluar dari telinga, tahi telinga, nanah yg busuk juga menjijikkan.

3. Yg keluar dari hidung, ingus, tahi hidung, tidak ada yg suka meskipun yg punya diri.

4. Yg keluar dari mulut, air liur, berbau busuk terutama waktu bangun tidur.

5. Airmata, tahi mata walaupun tidak busuk tetap tidak disukai.

6. Apalagi yg keluar dari 2 jalan, pintu depan dan belakang, bukan saja busuk tapi najis. dan masih banyak lagi hal2 yg tidak di sukai.

kalaulah manusia tidak ada kebaikan dan keistimewaan di sudut2 yg lain, apalah arti hidup manusia, tak ada arti apa2.

Oleh yg demikian, dengan Rahmat Allah dan kasih sayang-Nya kepada hamba2-Nya, maka Allah mau memuliakan manusia, menìnggikan derajatnya. Allah mengutus para Nabi dan Rasul termasuk Nabi Muhammad saw. yg membawa Alqur’an sebagai petunjuk manusia. Oleh itu, manusia ambilah peluang berpandukan petunjuk Allah dengan cara, besarkanlah Allah, cintailah Dia, takutlah kepada-Nya, sucikanlah Dia, merendah dirilah kepada-Nya, malu serta bersyukurlah kepada-Nya, tawakal, harap dan ridhalah dengan ketentuan-Nya, sabar menghadapi ujian2-Nya dengan sholat, puasa, haji, baca Alqur’an, dzikir, tasbih, tahmid, mujahadah, jihad, inilah cara manusia berhubungan dengan kholiqnya sebagai hamba ciptaanNya.

Kalau manusia sadar hakekatnya, yg tidak lepas dari kelemahan2nya, apapun kedudukannya mereka akan selalu insaf dan malu. Mereka akan tawadhu’ atau rendah hati. Dengan itu mereka tidak akan sombong, takabur apalagi sampai menindas dan menzhalimi orang lain. Wallahu a’lam.

sumber: Buletin jum’at KAWAN SEJATI, oleh Abuya Sohibuzzaman.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    Oktober 2009
    M S S R K J S
    « Sep   Nov »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Artikel Terbaru