Meninggal secara Medis

Tanggal 10 maret 2010 ada sms dari temanku yang mengabarkan berita duka kalau suami rekanku dinyatakan sudah meninggal secara medis, maka malam itu juga aku meluncur ke RS Bintaro tempat suami rekanku dirawat.
Aku menengok ke ruang ICU , ternyata semua alat belum dicabut, dan denyut jantungnya masih ada , lalu berita ini menjadi obrolan apa sih yang dimaksud meninggal secara medis ?
Salah satu temanku searching di internet , penjelasannya seperti ini :
Penentuan kematian otak sangat tergantung dari gejala klinis dan hasil laboratorium. Secara
klinis, seseorang dinyatakan mati otak jika semua keadaan berikut ditemukan:

1. Tidak ada respirasi spontan (tidak dapat menghirup napas sendiri).

2. Pupil dilatasi dan terfiksir (mata midriasis, tidak ada reaksi terhadap cahaya).

3. Tidak ada respon terhadap stimulus noksius (rangsang nyeri tidak disertai kedipan mata,
tanpa mimik meringis, tanpa gerakan anggota tubuh manapun).

4. Semua anggota tungkai flaksid (tidak ada pergerakan, tanpa tonus otot dan hilangnya
aktivitas refleks pada tangan ataupun kaki).

5. Tidak ada tanda-tanda aktivitas batang otak:

1) Bola mata terfiksasi dalam orbita.
2) Tidak ada refleks kornea.
3) Tidak ada respon terhadap tes-tes kalori.
4) Tidak ada refleks muntah atau batuk
‎​Mati otak diartikan sebagai berhentinya semua fungsi otak secara total dan ireversibel termasuk batang otak. Awalnya kematian didefenisikan oleh para dokter sebagai berhentinya denyut
jantung dan respirasi secara permanen (mati somatik). Perkembangan dalam resusitasi telah menyebabkan defenisi kematian terpaksa ditinjau kembali. Perkembangan medis misalnya
ventilator, peralatan dialisis dan infus obat yang mendukung sirkulasi seringkali menopang pasien yang sedang kritis untuk dapat bertahan hidup secara somatik walaupun secara fisiologis telah terjadi mati otak
Dengan adanya kriteria kematian otak, seseorang dapat ditetapkan meninggal
secara sah atau legal, bahkan jika jantung masih terus berdenyut oleh bantuan alat pendukung
kehidupan

Rekanku yang lain menambahi :
Dalam berbagai penelitian memang sampai pada kesimpulan bahwa yg dimaksud qolbu, atau hati (scr psikis maupun fisik) adalah otak. Batang otak itu yg jika putus maka berhenti hidup seseorang. Itu sebabnya hukum penggal kepala / pancung itu justru yg paling manusiawi krn menghentikan hidup seketika, bukan ditembak di dada/jantung.

Ini juga menjadi tambahan kuat kenapa negara islam menetapkan hukuman mati ditetapkan dengan pancung

Terjawab sudah apa itu meninggal secara medis

Namun saat itu dokter tidak melepaskan alatnya dengan alasan biarkan meninggal secara normal (mungkin tidak ditambah lagi obat pemacu jantungnya) , baru setelah jam sembilan paginya suami rekanku dinyatakan meninggal dan dilepas alatnya

Semoga Allah menerima amalan beliau dan mengampuni segala dosa-dosanya

Semua orang pasti bertemu Allah ,kita sedang mengantri

Persiapkan diri kita sebaik mungkin tuk menuju Allah

Semoga perjalanan kita berakhir dengan husnul khatimah

Aamiin 3x

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    Maret 2010
    M S S R K J S
    « Feb   Apr »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Artikel Terbaru