KHABBAB IBNU IRISH,SENDIRIAN TANPA PELINDUNG

Khabbab Ibnu Irish adalah salah seorang yang merasakan siksaan yang amat pedih di jalan Allah Meski ada orang yang seperti dia yang telah disiksa Khabab berbeda dari mereka.

Karma Khabab tidak mempunyai pelindung sama sekali.

Khabbab adalah bekas budak Ummu Anmar binti Subaa’ al-Khuzaa’iyyah

Kaum musyrikin menimpakan siksaan yang beraneka macam atas dirinya. Mereka menjambak rambutnya kuat-kuat,memelintir lehernya dengan keras, membaringkannya beberapa kali di bebatuan yang panas lalu menindih tubuhnya hingga ia tidak dapat berdiri sama sekali.

Pada suatu hari Rasullullah saw. Yang sedang lewat menyaksikan siksaan pedih yang diterima Khabbab dan teman-temannya. Tuannya, Ummu Anmar memanggang besi diatas api lalu meletakkannya diatas kepala Khabbab sehingga ia berteriak, berkelojotan, menyebut nama Allah. Dia meminta tolong, teteapi tidak ada yang menolong. Rasulullah saw. Tidak sanggup menguasai diri. Karena dia tidak mempunyai kekuatan untuk menolak panasnya api dan beratnya siksaan dari tuannya, beliau mengangkat kedua tangan ke atas lalu berdo’a,” Ya Allah tolonglah Khabbab.”

Dalam sekejap terjadilah qishash/balasan yang adi dan setimpal terhadap Ummu Anmar sebagai bentuk terkabulnya doa Rasulullah saw. Wanita itu terkana su’aar ( sejenis penyakit) pada tubuhnya yang tidak dapat disembuhkan kecuali dengan cara kepalanya disetrika dengan api. Begitulah tiap pagi dan sore kepalanya disetrika seperti yang ia lakukan terhadap Khabbab sampai dia mati, meninggalkan dunia menuju neraka Jahannam. Alahkah adilnya qishash langit.

Pada masa-masa berikutnya, Khabbab mengkonsentrasikan diri untuk menghapal Al Qur’an dan beribadah kepada Allah sampai-sampai ia dikategorikan sebagai salah satu sahabat yang paling bagus/kuat hapalannya akan Kitabullah.

Setelah negara Islam meluas dan ghanimah perang berlimpah ruah, Khabbab menerima gaji yang tinggi. Hanya saja dia menerima harta tapi tidak menimbunnya. Dia biasa memasukkannya ke dalam kantong dan menggantungnya dengan tali di sudut rumah. Semua sahabatnya tau tempatnya. Dia berkata kepada mereka “siapa saja yang ingin mengambilnya, silahkan saja”.

Semua jihad dan perjuangan bersama Rasullullah diikuti dan Khabbab meninggal tahun 37 H.

Semoga Allah swt. Melimpahkan rahmat-Nya kepadamu, wahai Abu Abdillah. Dan salam sejahtera kami sampaikan kepada kalian, para sahabat Rasulullah saw.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • DINARRAIHAN

    DinarRaihan melayani Jual Beli Dinar Emas more futher add me in your YM : fbr0976@yahoo.com
  • Arsip

  • Almanak

    Juni 2010
    M S S R K J S
    « Mei   Jul »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Artikel Terbaru