assalamualaikum,.maaf ummi saya pengen curhat tentang masalah yang begitu sulit saya dapatkan jalan keluarnya dan saya akui bahwa ini adalah murni kelalaian saya terdahulu, dan baru sekarang saya betul2 bertaubat dan mohon ampun atas kesalahan besar yang telah saya lakukan selama ini. Kira2 apa yg harus saya lakukan untuk menyelesaikan utang-utang saya ini, baik sama teman,keluarga bahkan di bank sertifikat rumah sudah tergadai. Ya Allah berikan petunjuk dan jalan keluar yg terbaik untuk bisa sy lunasi utang2 saya ini yg mana jumlahnya cukup besar yaitu total kurang-lebih Rp.200 jt. Saya sebenarnya sdh dpt pekerjaan di ktr swasta tapi hanya kontrakan jd tdk dpt jadi harapan kontinu untuk menyelesaikan cicilan utang saya ini. Tolong nasihatnya Ummi terima kasih wassalam.
Walaikumsalam Wr Wb
Maaf Baru membalas, setelah sekian lama gak eksis dirimba dunia maya hehehe
Sekedar saran semoga menjadi solusi
Hutang memang begitu berat dipunggung kita, namun bukan berarti kita harus lari dari hutang
Semakin lari maka akan semakin dikejar-kejar dan stress
Jalan yang saya sarankan adalah Pertama berniat dengan sungguh-sungguh dalam menghadapi hutang, bukan pusing memikirkan tapi tak kunjung Action
2 jalan yang harus ditempuh melalui jalan usaha pendekatan kepada Allah dan Usaha Optimal
1. Usaha pendekatan Pada Allah
Banyak cara yang dilakukan tuk menyelesaikan masalah Hutang dimana tentunya dengan Niatan kita betul betul percaya usaha pendekatan kita kepada Allah itu adalah yakin membawa jalan keluar , yaitu :
- Taubatan Nasuha
Ini merupakan kunci utama, janganlah merasa diri kita jauh dari dosa atau kemaksiatan, sesungguhnya hutang yang menimpa kita bisa jadi tanda sayang Allah untuk membuat kita kembali meminta dan bersujud memohon jalan keluarnya. Pemilik kuasa dan masalah adalah Allah semata maka dengan itu mohonlah kepada-Nya agar keluar dari masalah dan jauhkan dari kemaksiatan.
Sholat Taubat 2 rakaat diiringi rasa penyesalan atas kesalahan yang kita perbuat baik sengaja maupun tidak sengaja akan membuat itu jauh lebih tenang.
Taubatan Nasuha berarti kita tak mengulangi dosa atau kemaksiatan kita sebelumnya, hanyaa kita sendiri yang tahu apa sebetulnya dosa-dosa kita dihadapan Allah, ungkapkan dan sesali Insya Allah , Allah akan membimbing kita menuju Jalan-Nya
- Zakat dan Sedekah
Sudahkah kita Zakat pada saat sedang mampu ??? , ataukah sudahkan kita sedekah ketika rizki kita berlebih.
Kadang memang timbul pikiran ”wong bayar hutang ajah susah mau sedekah????”
Justru itu kelebihan kita meskipun punya hutang menumpuk toh kita masih sanggup memberi.
Tidak jarang ada kejadian diluar dugaan dalam cerita nyata dimana seseorang mempercayai sedekah sebagai penolak bala, lalu mereka menjual hartanya dan menyedekahkan kepada fakir miskin, ternyata Allah malah memberikan balasan melebihi dugaannya
Gak percaya ? , coba buktikan J
- Sholat Dhuha dan Tahajud
Susah ??? ., jangan tinggalkan yang sunnah, karna dengan sholat Dhuha dan tahajud maka kita kan semakin sering mengadu kepada sang Pemilik solusi dan kekayaan akan masalah kita.
- Baca Surat Al Waqiah tiap Pagi
Ini merupakan salah satu pembuka rizki krn didalam surat AL Waqiah terdapat khasiat tuk meminta kita rizki, coba deh jalankan J
- Baca Almatsurat pagi dan sore
Didalam Al Matsurat ada do’a tuk menghindar dari hutang
- Titip Do’a dengan orang yang berangkat Haji atau Umroh
Jangan pernah meremehkan do’a orang-orang yang sedang menuju rumah Allah baik itu Haji dan Umroh, karna sesungguhnya mereka sedang dekat dengan Allah,
Sehingga do’anya lebih diijabah, titipkan do’a kepada mereka yang sedang mau berangkat, curhat 4 mata atau tulislah pesan dalam sebuah surat agar mereka yang berangkat ingat tuk membacakan do’a kita..
- Tebarkan amalan apapun yang kita bisa
Uang kita gak punya , tapi kita masih punya ilmu nah tebarkanlah ilmu yang kita bisa , misalnya yah dengan menulis tulisan di blog
, ataupun mengajarkan kebaikan kepada sekitar, insya Allah akan membuat jalan kita makin mudah
- Perluas silaturahim
Semakin banyak jaringan maka semakin banyak cara tuk menghadapi hutang, kadang dengan menyambung silahturahim membuat terbukanya peluang rizki ,yaa jangan jauh-jauh contohnya saya, gak sedikit orang baru yang saya kenal membuat saya kuat menjalankan silaturahim, tiba-tiba malah jadi peluang rizki saya tuk bisa kerjasama dengan orang-orang tsb J
2. Usaha Optimal Duniawi :
Pendekatan dengan Allah sudah nah sekarang usaha optimal dalam kehidupan dunia
a. Turunkan Gaya hidup
Jangan pernah malu tuk menurunkan gaya hdiup, misalnya yang biasanya makan siang dikantor jajan diluar , mulailah bawa bekel dari rumah, yang tadinya naik taxi pulang balik ke kantor mulailah naik kereta atau busway , HP yang merknya mahal ganti dengan yang murah yang terpentingkan fungsinya J
b. Jual semua harta yang kita miliki tuk membayar hutang
Banyak yang terjadi dilapangan orang punya hutang banyak tapi gak mau jual hartanya dengan alasan sayang ,malu dan gak mungkin atau nilanya gak seberapa
Toh berapapun harganya itu ada nilainya kaaan , dan intinya malah bisa membantu bayar hutang. Jangan pernah sayang buat harta duniawi yang kita punya.
c. Lunasi hutang mulai bertahap sedikit demi sedikt dengan skala prioritas
Hutang dihadapi dengna serius dengan skala prioritas tentunya yaitu :
- Lintah darat atau bank, ini penting kita selesaikan terlebih dahulu karna bunga berbunga tak pernah ada habisnya sehingga harus dipangkas
- Teman
Jangan biarkan teman berubah fungsi menjadi musuh,
Kadang yang terjadi adalah yang punya hutang pura-pura lupa bayar ataupun malah membuat silaturahim yang buruk sehingga yang mengutangi malah merasa dikejar-kejar
Itu malah membuat tambah tidak berkah , baiknya jangan pernah memutuskan silaturahim dengna orang yang pernah menolong kita, apalagi pura-pura lupa seakan akan kita gak punya hutang,
Dekati dan bicarakan baik-baik bahwasanya kita sedang kesulitan membayar hutang kita padanya, ungkapkan bahwa kita sedang mempunyai hutang banyak dan berjanji membayarnya.
Nah berjanji membayar harus dengan perhitungan yang benar bukan sekedar omongan gak bertanggungjawab. Beberkan hutang kita totalnya shg misalnya kita sanggup mencicil hanya Rp. 50.000 perbulan sebagai niatan baik dibandingkan kita diam dan menumpuk hutang kita
Intinya tunjukkan niat baik kita kepada teman kita.
- Keluarga
Keluarga adalah prioritas terakhir karna mereka mudah memahami dibandingkan dengan Lintah Darat, Bank dan Teman.
Caranya sama bicarakan dengan bijak dan tunjukkan sikap kita niat baik membayar hutang.
Misalnya bonus keluar langsung diberikan sebagian kepada keluarga tuk membayar hutang kita sebagai tanda keseriusan kita
Demikian saran dari saya semoga bermanfaat .
Desember 30, 2011
Kategori: Konsultasi, Manajemen . Yang berkaitan: rbayar hutang, cara bebas hutang . Penulis: uminasafira . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar